Breaking News

Ratusan Buruh Pabrik Mie Sedaap di Gresik Mendadak Dirumahkan Jelang Ramadan, Alasan Efisiensi


Ratusan buruh pabrik mie instan merek Mie Sedaap yang bekerja di PT Karunia Alam Segar (KAS) di Kabupaten Gresik mendadak dirumahkan jelang Ramadan 1447 Hijriah.

Pemutusan kerja sepihak tersebut dilakukan perusahaan meski kontrak kerja buruh masih aktif. Akibatnya, mereka terancam tak menerima Tunjangan Hari Raya (THR).

Salah satu buruh inisial FZ (21) mengungkapkan, para buruh sudah tidak lagi bekerja sejak hari Senin, 16 Februari 2026 lalu.

FZ mengaku, sudah melihat adanya tanda-tanda tersebut dengan pengurangan jam kerja sejak sebulan terakhir.

Para pekerja outsourcing, kata dia, hanya dijadwalkan masuk dua hingga tiga hari dalam sepekan dengan jam kerja yang kerap berubah.

"Pengumumannya hanya lewat pesan grup WhatsApp dari kepala regu. Tidak ada surat resmi, hanya disebutkan ada efisiensi,” ungkapnya kepada awak media, mengutip Sabtu, 21 Februari 2026.

Menurutnya, para buruh yang bekerja di bagian Energy Drink (ED) tersebut tidak hanya kehilangan pekerjaan sementara, tapi belum ada kepastian menerima pesangon maupun THR.

Padahal, kontrak Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) mereka masih berlaku hingga beberapa bulan ke depan.

"Kami berharap perusahaan tetap membayar hak kami, termasuk THR. Kontrak kami masih aktif,” harapnya.

Hal senada disampaikan SMT (22). Bekerja sejak 2021, SMT menyebut para pekerja yang dirumahkan berasal dari lima perusahaan outsourcing yakni, PT Atiga Langgeng Mandiri, PT Asnawa Anugerah Utama, PT Karya Manunggal Jati, PT Sabda Alam, dan PT Perwita Nusaraya.

Sejak awal bekerja, kata dia, para buruh outsourcing tidak pernah menerima salinan kontrak kerja secara resmi.

Tak hanya itu, jam kerja mereka juga kerap berubah dan upah yang dipotong meski sakit dan menyertai surat keterangan dari dokter.

Sementara, Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Digital Platform dan Transportasi Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPDT FSPMI) Kabupaten Gresik, Fajar Rubianto, memperkirakan jumlah buruh yang dirumahkan mencapai 400 orang.

"Data sementara sekitar 400 pekerja dirumahkan sepihak. Yang sudah melapor ke basecamp kami baru puluhan orang, lainnya menyusul," katanya.

Menurut Fajar, alasan efisiensi yang disampaikan perusahaan patut dipertanyakan. Apalagi, kebijakan tersebut muncul menjelang Ramadan.

"Hak pekerja tetap maupun outsourcing pada dasarnya sama. Hanya berbeda status. Kami akan kawal kasus ini sampai hak-hak pekerja, termasuk THR, benar-benar dibayarkan,” tegasnya.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait dirumahkannya ratusan buruh tersebut.***

Sumber: konteks
Foto: Ratusan buruh yang bekerja di pabrik Mie Sedaap di Gresik mendadak dirumahkan (Foto: Pixabay)

Ratusan Buruh Pabrik Mie Sedaap di Gresik Mendadak Dirumahkan Jelang Ramadan, Alasan Efisiensi Ratusan Buruh Pabrik Mie Sedaap di Gresik Mendadak Dirumahkan Jelang Ramadan, Alasan Efisiensi Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar