Prabowo Terlihat Tak Happy dengan Gibran, Tak Ingin Bahas Pilpres 2029
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN RI Muhammad Said Didu melihat bahwa Presiden Prabowo kurang puas dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka sebagai pendampingnya.
Hal ini terkait dengan sejumlah manuver partai politik yang menyatakan tetap akan mendukung Prabowo tanpa ada Gibran Rakabuming di dalamnya.
Ini terlihat dalam pernyataan yang disampaikan partai PAN dan PKB yang ingin tetap mendukung Prabowo hingga dua periode. Partai ini melihat kinerja Prabowo sangat memuaskan dan telah sesuai visi partai.
Sementara Partai Golkar juga sudah mencetuskan koalisi permanen untuk kembali mendukung Prabowo dan mendukung astacita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh, Said Didu mengungkap kalau Presiden Prabowo masih tidak suka membahas terkait Pilpres 2029. Prabowo menyebut kalau dirinya akan bekerja penuh untuk rakyat.
"Saya nangkap dari sini, sepertinya dia (Prabowo) tidak suka membahas-bahas tentang 2029 dengan pernyataan, 'Saya tidak, saya akan bekerja penuh untuk rakyat dan saya tidak berpikir untuk selanjutnya, dan kalau saya gagal dan rakyat merasa saya salah, maka saya bersedia mendapat hukuman dari rakyat," kata Said Didu di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored yang dikutip pada Minggu, 15 Februari 2026.
Tapi Said Didu melihat kalau Presiden Prabowo terlihat tidak terlalu puas dengan Gibran, putra sulung Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Gibran juga dianggap tidak terlalu dilibatkan oleh Prabowo.
“Saya melihat ininya bahwa memang kelihatannya Pak Prabowo tidak terlalu happy dengan pasangan sekarang ini, gitu kan? Dari fakta politik kan nggak pernah diajak, kalau ada acara di belakang,” Kata Said Didu.
Menurut Said Didu, Prabowo tengah berada antara dua kubu politik. Ada partai-partai yang mendukung dirinya tanpa menyertakan nama Gibran, dan dengan nama Gibran seperti dari PSI.
"Jadi maksud saya begini, sekarang ini ada dua kubu politik, dan sepertinya Pak Prabowo, kalau saya membaca, dia tidak happy dengan pasangan sekarang gitu karena dia tidak terbantu sama sekali,” katanya.
Sebelumnya, Said Didu juga mengungkap kalau Presiden RI Prabowo Subianto membantah bahwa dirinya punya utang budi dengan sejumlah pihak terkait dengan kemenangannya.
Apakah utang budi itu dengan Joko Widodo (Jokowi), dan terkait soal balas jasa dengan tidak memecat Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri. Presiden Prabowo juga menjawab terkait rumor bahwa partai coklat (parcok) ikut memenangkan dirinya.
“Dia menjawab (Prabowo) bahwa itu tidak ada. Ada seakan-akan dulu parcok memenangkan dia, ternyata dia (Prabowo) menjelaskan, parcok itu konsentrasi memenangkan PSI bukan Prabowo,” Kata Said Didu.
Said Didu juga mengungkap terkait posisi Presiden Prabowo yang berada dalam kuasa Jokowi.
“Ada usulan Jokowi yang saya tidak lakukan. Termasuk ingin memperluas kekuasaan dinasti dia (Prabowo) sebut,” katanya.
Fakta nyata yang ditegakan Presiden Prabowo adalah terkait dengan dibatalkanya pengesahan revisi UU Pilkada oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Langkah ini berimplikasi ke langkah Kaesang Pangarep, putra Presiden Jokowi yang tidak bisa mencalonkan di Pilkada Jawa Tengah.
“Besoknya mau sidang pleno dibatalkan kan. Kita sudah paham yang bisa memerintah Dasco pasti hanya Prabowo,” kata Said Didu.***
Sumber: konteks
Foto: Mantan Sekretaris Kementerian BUMN RI Muhammad Said Didu. (Dok: YouTube AFU)
Prabowo Terlihat Tak Happy dengan Gibran, Tak Ingin Bahas Pilpres 2029
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar