Pengamat Politik Nilai Jokowi Bawa Pengaruh Buruk bagi PSI, Padahal Dulu Dianggap Partai Progresif
Pengamat politik Citra Institute, Efriza menilai citra Jokowi di publik sudah terlanjur negatif, sementara PSI yang awalnya memiliki arah yang progresif, malah akan terdampak.
Terlibatnya Jokowi di tubuh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai justru memberikan pengaruh buruk bagi partai berlambang gajah ini.
"Jika dicermati, Jokowi telah membawa pengaruh dan nilai buruk bagi PSI, karena sebelum PSI mengkultuskan Jokowi dan dipegang oleh Kaesang anak bungsunya, partai ini punya pengaruh dan nilai jual dengan gagasan yang progresif," ujar Efriza.
Selain dipicu beragam kasus yang menyangkut diri Jokowi maupun putra dan menantunya, Presiden ke-7 RI itu makin dipersepsikan publik sebagai sosok yang haus kekuasaan.
"Bagi Jokowi, PSI diharapkan dapat menjadi alat bargaining politik untuk memperoleh dukungan, menghindari dirinya dan keluarganya dari berbagai permasalahan hukum yang sedang mendera, dan menjaga kontinuitas pengaruhnya dalam konfigurasi politik nasional," tuturnya dilansir RMOL, Rabu (4/2).
Lebih dari itu, magister ilmu politik Universitas Nasional (UNAS) itu meyakini, publik sudah bisa membaca arah politik Jokowi yang tidak hanya membuat dinasti politik saja tapi juga berupaya membesarkannya.
Karena itu, kemungkinan PSI dalam menghadapi kontestasi pemilihan umum (Pemilu) di 2029 nanti tidaklah mudah.
"Bahkan ke depannya memang ditengarai PSI diharapkan dapat menjadi tempat berkumpulnya keluarga besar Jokowi dalam peruntungan politik, oleh sebab itu, berat kemungkinan bisa lolos parliamentary threshold," kata Efriza.
Diketahui, Jokowi, hingga kini belum secara formal diumumkan masuk ke dalam struktur kepengurusan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Meski hadir dan memberikan arahan strategis dalam Rapat Kerja Nasional I (Rakernas) PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026) lalu.
Dalam pidatonya di Rakernas PSI yang digelar di Hotel Claro, Makassar, Jokowi menekankan pentingnya penguatan struktur hingga unit terkecil masyarakat jika ingin menjadi partai besar.
"Karena kita perlu mesin besar, kita memerlukan mesin besar, karena target PSI adalah target yang besar. Targetnya tinggi, jadi mesinnya harus besar," tegas Jokowi di hadapan para kader PSI.***
Sumber: pojoksatu
Foto: Jokowi siap kerja habis-habisan dan mati-matian demi PSI. Pengamat politik nilai Jokowi bawa pengaruh buruk bagi PSI. (YT @partaisolidaritasindonesia)
Pengamat Politik Nilai Jokowi Bawa Pengaruh Buruk bagi PSI, Padahal Dulu Dianggap Partai Progresif
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar