Breaking News

Menu MBG Disebut Kalah dari Takjil Gratis, Orang Tua Soroti Kualitas dan Transparansi Anggaran


Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan. 

Di sejumlah daerah, menu MBG yang dibagikan kepada siswa selama Ramadan dinilai kalah dari takjil gratis yang biasa tersedia di masjid-masjid.

Keluhan datang dari Driyorejo, Gresik. Selain persoalan daya tahan makanan, wali murid juga mempersoalkan tas kain pembungkus MBG yang diminta kembali setelah sampai di sekolah.

AS, salah seorang wali murid, mengungkapkan bahwa awalnya MBG dibawa menggunakan tas kain. Namun setibanya di sekolah, tas tersebut justru diminta dikembalikan. 

“Tas kain untuk membungkus MBG, yang seperti takjil itu, diminta lagi,” ujarnya.

Akibatnya, pihak sekolah harus membeli plastik tambahan untuk membungkus ulang makanan sebelum dibagikan kepada siswa. 

“Masa ya dibagikan langsung begitu, jadi sekolah akhirnya modal plastik untuk membungkus makanan itu,” imbuhnya.

Dinilai Tak Layak, Banyak Menu Berakhir di Tempat Sampah

Sorotan utama muncul karena kualitas menu yang dianggap tidak layak. 

Di Driyorejo, paket MBG berisi kolak ketan, lumpia, nugget, dan buah jeruk dalam mika plastik tipis. 

Namun sejumlah orang tua memastikan makanan sudah basi sebelum waktu berbuka.

AS mengaku hanya buah jeruk yang bisa disimpan. “Yang bisa disimpan dalam lemari es hanya buah jeruk. Sisanya saya buang,” katanya.

Di Kabupaten Subang, unggahan paket MBG juga ramai di media sosial. Ada paket berisi roti manis kemasan, susu kecil, satu butir telur ayam, tiga kurma, kacang kupas, apel dan jeruk.

Paket lain terdiri dari susu plain, tiga telur puyuh, kurma, dan anggur. Sementara menu yang lebih sederhana hanya berisi pisang rebus, telur puyuh, kurma, serta minuman manis bercampur biji selasih.

Beberapa warganet menilai komposisi tersebut belum mencerminkan gizi seimbang. 

Bahkan ada yang menyebut takjil gratis di masjid lebih lengkap dan lebih layak dibanding paket MBG yang diterima siswa.

Menu lain yang beredar berisi jasuke dalam wadah plastik, satu butir telur, tiga kurma, dan satu buah jeruk. Respons publik pun beragam, dari sindiran hingga kritik tajam.

Palu Paling Heboh, Anggaran Rp15 Ribu Dipertanyakan

Sorotan paling tajam datang dari Palu, Sulawesi Tengah. Video viral memperlihatkan paket MBG hari pertama sekolah di bulan Ramadan hanya berisi satu perkedel jagung dan sebungkus kecil kacang goreng, dikemas dalam plastik kresek.

Unggahan tersebut langsung memicu gelombang komentar. Banyak yang mempertanyakan transparansi anggaran, karena beredar informasi nilai porsi mencapai Rp15.000 per anak.

Sebagian netizen bahkan meminta program dihentikan sementara selama Ramadan. 

Ada pula yang menyindir bahwa takjil di masjid jauh lebih baik dibanding paket MBG di sekolah.

Menanggapi polemik itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, turun langsung ke sekolah pada Selasa, 24 Februari 2026. 

Ia berdialog dengan guru dan pengelola dapur MBG.

“Saya mengapresiasi Ibu Guru. Kepedulian beliau patut kita hargai. Ini demi memastikan anak-anak mendapat asupan sesuai standar,” ujarnya.

Ia menegaskan MBG adalah program strategis untuk menyiapkan generasi sehat dan unggul, sehingga standar gizi dan distribusi harus dijaga.

Penjelasan Badan Gizi Nasional

Badan Gizi Nasional (BGN) turut memberikan klarifikasi. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa anggaran bahan makanan bukan Rp15.000.

Menurutnya, anggaran bahan makanan sebesar Rp8.000 per porsi untuk balita hingga kelas 3 SD, dan Rp10.000 per porsi untuk kelas 4 SD ke atas hingga ibu menyusui.

“Jadi, kami ingatkan kembali anggaran bahan makanan untuk balita/PAUD/TK/RA serta SD/MI kelas 1–3 itu sebesar Rp8.000 per porsi. 

Sementara, untuk SD/MI kelas 4 ke atas hingga ibu menyusui, anggaran bahan makanan sebesar Rp10.000 per porsi,” ujarnya.

Sisa anggaran digunakan untuk operasional Rp3.000 per porsi serta Rp2.000 untuk sewa lahan, bangunan, dapur, gudang, hingga peralatan masak modern.

BGN menyatakan terbuka terhadap masukan maupun pelaporan jika ditemukan menu yang tidak sesuai dengan ketentuan. ***

Sumber: pojoksatu
Foto: Paket MBG yang diterima siswa selama Ramadan menuai sorotan. Salah satunya MBG di Palu. (Foto: Facebook@Wahidah Wati.)

Menu MBG Disebut Kalah dari Takjil Gratis, Orang Tua Soroti Kualitas dan Transparansi Anggaran Menu MBG Disebut Kalah dari Takjil Gratis, Orang Tua Soroti Kualitas dan Transparansi Anggaran Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar