Lurah Taslim Tegal Viral, Pemilik Warung Nangis Siap Dikeloni Asal Tak Digusur
Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita menangis histeris sambil
memaki-maki seorang lurah bernama Taslim di Kabupaten Tegal viral di media
sosial.
Dalam rekaman tersebut, wanita yang diketahui bernama Suheni meluapkan
kemarahannya karena warungnya akan dibongkar paksa oleh Satpol PP.
Ia melontarkan tuduhan terhadap Lurah berinisial Taslim yang diduga meminta
imbalan jasa tidak senonoh.
@wartapop Video penggusuran warung oleh Satpol PP yang melibatkan nama Lurah Taslim viral di media sosial, memicu narasi kontroversial mengenai dugaan pengkhianatan sepihak dari pemilik warung. Meskipun netizen ramai membahas isu tersebut, informasi mengenai keterlibatan dan hubungan personal Lurah Taslim masih sebatas klaim video viral tanpa klarifikasi resmi dari pihak berwenang. #satpolpp #lurahtaslim #warteg ♬ suara asli - WartaPop
Video yang beredar luas di berbagai platform media sosial ini memperlihatkan
Suheni berteriak histeris di lokasi pembongkaran.
"Ndi Lurahe dikon mene, Lurahe njaluk dikeloni nyong yo gelem (Mana Lurahnya
suruh ke sini, dia minta tidur bareng saya ya mau)," teriaknya dalam bahasa
Jawa.
Perempuan pemilik warung sebut mau dikeloni oleh Lurah Taslim demi warungnya
tak digusur. [TikTok]
Ia juga mengungkapkan kekecewaannya karena sebelumnya dijanjikan bantuan
namun justru warungnya dibongkar.
Potongan video tersebut sontak memicu kemarahan warganet yang mengecam
dugaan penyalahgunaan wewenang oleh lurah Taslim. Banyak warganet mendesak
pihak berwajib untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan sanksi tegas
jika terbukti bersalah.
Bukan Peristiwa Baru
Setelah ditelusuri lebih lanjut, video viral tersebut ternyata bukanlah
kejadian baru. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2023 dan kembali
diunggah sehingga ramai diperbincangkan kembali.
Lurah Taslim angkat bicara mengenai video yang kembali viral tersebut. Ia
membantah tuduhan miring yang dialamatkan kepadanya dan menjelaskan duduk
perkara yang sebenarnya.
Menurut Lurah Taslim, pembongkaran warung milik Suheni bukan atas kebijakan
atau program Pemerintah Desa, melainkan merupakan ketentuan resmi dari Dinas
Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah.
Ia menegaskan bahwa pihaknya hanya menjalankan tugas mendampingi petugas
dari PSDA dalam melakukan penertiban bangunan liar di bantaran sungai.
Perempuan pemilik warung sebut mau dikeloni oleh Lurah Taslim demi warungnya
tak digusur. [TikTok]
"Jadi bukan kebijakan atau program Pemerintah Desa, tapi itu ketentuan resmi
dari PSDA Provinsi," terangnya.
Lurah Taslim menjelaskan, saat proses pembongkaran berlangsung, Suheni yang
merupakan pemilik warung merasa sangat terpukul dan kecewa.
"Saat mau dilakukan pembongkaran, pemilik warung bernama Suheni, melontarkan
kata-kata yang kurang pantas," jelasnya.
Ia menduga, dalam kondisi emosi dan kepanikan karena tempat usahanya
dibongkar, Suheni mengeluarkan tuduhan-tuduhan tanpa dasar.
Penertiban Bangunan Liar di Bantaran Sungai
Pembongkaran warung di Desa Kaladawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal
tersebut merupakan bagian dari penertiban bangunan liar di sempadan sungai
yang dilakukan oleh PSDA Provinsi Jawa Tengah bersama tim gabungan.
Berdasarkan pemberitaan media lokal pada November 2023, sebanyak 18 bangunan
semi permanen yang dijadikan tempat usaha dibongkar karena melanggar aturan
garis sempadan sungai.
Kepala UPTD PSDA Tegal, Saefudin menyampaikan bahwa sebelum dilakukan
penertiban, pihaknya telah melakukan pendataan bangunan di sempadan sungai
serta melakukan edukasi kepada warga.
Penertiban tersebut bertujuan untuk melaksanakan peraturan menteri PUPR
tentang garis sempadan sungai atau irigasi, serta demi kelancaran
pemeliharaan sungai dan irigasi.
Sebelum eksekusi dilakukan, warga yang menempati bangunan di sempadan sungai
sudah diberi surat peringatan sebanyak tiga kali. Kepala Desa Kaladawa, H
Taslikhin menjelaskan bahwa dari 18 kios yang ditertibkan, 12 di antaranya
bersedia membongkar sendiri bangunannya, sementara 6 kios lainnya termasuk
milik Suheni belum mau membongkar.
"Pada saat dilakukan edukasi, warga sudah menyadari. Bangunan-bangunan itu
juga mengganggu lalu lintas karena tepi jalan kalau ada pembeli parkir di
bahu jalan," jelasnya.
Berdasarkan keterangan dari Pemerintah Desa, persoalan tersebut sebelumnya
telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui musyawarah antara Pemerintah
Desa dan pemilik warung.
Sumber:
indopop
Foto: Perempuan pemilik warung sebut mau dikeloni oleh Lurah Taslim demi
warungnya tak digusur. [TikTok]
Lurah Taslim Tegal Viral, Pemilik Warung Nangis Siap Dikeloni Asal Tak Digusur
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:



Tidak ada komentar