Link Video Viral KKN Lombok, Polisi Lakukan Pendalaman
Viral di media sosial sebuah rekaman video intim berdurasi 13 menit 17 detik
yang diduga kuat melibatkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di
Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Video tersebut memicu meningkatnya
pencarian dengan istilah "link video kkn lombok timur" di berbagai platform
seperti TikTok, X dan mesin pencari Google.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, video tersebut memperlihatkan adegan
seorang pria dan wanita di atas ranjang. Ciri khas yang paling mencolok dari
rekaman itu adalah seprei berwarna merah dengan motif bunga yang menjadi
alas tempat kejadian.
Latar belakang ruangan tampak sederhana, sesuai dengan kamar di posko atau
tempat tinggal sementara mahasiswa KKN pada umumnya.
@hugo_cidro Menanggapi isu tersebut, salah seorang kepala desa di Kecamatan Lenek menyatakan pihaknya tidak pernah menerima laporan maupun mengetahui adanya dugaan peristiwa asvsil4 selama pelaksanaan KKN berlangsung. Ia membenarkan bahwa salah satu mahasiswi yang disebut dalam video memang tercatat sebagai peserta KKN di desanya. “Mahasiswi itu memang KKN di sini. Tapi terkait dugaan kejadian yang ramai dibicarakan sekarang, kami tidak pernah mengetahui atau menerima laporan apa pun selama mereka berada di desa,” kata kepala desa saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026). #beritaviral #beritatiktok #ntb #nusatenggarabarat #fyp ♬ suara asli - NGUAWOT MUSIC🔥
Pria dalam video tersebut diduga kuat merupakan ketua kelompok KKN yang
bertugas di salah satu desa di Lombok Timur. Hal ini dibenarkan oleh Kepala
Desa setempat, meskipun ia mengaku tidak mengetahui terkait pembuatan dan
penyebaran video tersebut.
"Benar itu kalau dia (pemeran) KKN di desa kami, tapi kalau masalah video
ini saya sama sekali tidak tahu," ujar Kepala Desa.
Kelompok KKN yang dimaksud dilaporkan telah menyelesaikan program pengabdian
masyarakat dan ditarik pulang oleh pihak kampus sejak 5 Februari 2026.
Mereka sebelumnya menyewa rumah warga sebagai posko. Pria yang diduga
sebagai ketua kelompok tersebut dikabarkan telah kembali ke kota asalnya.
Menanggapi viralnya video tersebut, Polres Lombok Timur sudah mengambil
langkah. Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, IPTU Arie Kusnandar, menyatakan
bahwa pihaknya berkomitmen menjaga ketertiban masyarakat dan memastikan
setiap informasi yang beredar dapat diverifikasi secara objektif.
"Sementara ini kami telah melakukan pendalaman melalui Unit Tipidter dan
Unit PPA. Tim sudah mulai bekerja untuk menelusuri informasi yang beredar,"
kata Arie, Rabu (11/2/2026).
Arie menjelaskan, pihaknya tidak hanya mengumpulkan bahan keterangan, tetapi
juga melakukan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait untuk memastikan
kebenaran informasi secara menyeluruh.
Penyidik juga mendalami pihak yang pertama kali mengunggah konten tersebut
ke media sosial.
"Penelusuran ini penting dilakukan untuk mengetahui kronologi penyebaran.
Tak hanya itu, penelusuran ini juga penting dilakukan untuk memastikan ada
atau tidaknya unsur pelanggaran hukum dalam proses distribusi konten,"
sambungnya.
Selain itu, lokasi perekaman juga akan ditelusuri guna memastikan kewenangan
penanganan perkara sesuai dengan yurisdiksi hukum yang berlaku. Meskipun
terdapat sejumlah klarifikasi dari pihak terkait, proses penyelidikan tetap
berjalan.
"Kami bekerja sesuai prosedur. Semua informasi akan diverifikasi secara
objektif agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat," terang
Arie.
Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak
ikut menyebarluaskan konten yang belum terkonfirmasi kebenarannya.
Penyebaran konten bermuatan asusila dapat dijerat dengan Undang-Undang
Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman yang serius.
Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih terus melakukan pendalaman
untuk mengungkap aktor di balik penyebaran video tersebut serta memastikan
apakah ada pelanggaran hukum yang dilakukan.
Sumber:
indopop
Foto: Link video Viral KKN Lombok Timur dicari netizen. [TikTok/WetLotim]
Link Video Viral KKN Lombok, Polisi Lakukan Pendalaman
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar