Breaking News

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Jelaskan Alasan yang Bikin Dia Diteror


Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, menjelaskan alasan penggunaan diksi “presiden bodoh” saat menyuarakan kritik terhadap arah kebijakan pemerintah, terutama terkait prioritas anggaran dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam podcast Madilog bertajuk “Nyala Api di Jalan Sunyi Perjuangan”, yang dipandu Indra J Piliang di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Tiyo Ardianto mengatakan siapa pun boleh tersinggung dengan diksi yang ia pilih untuk mengkritik program MBG.

“Tapi orang yang punya keterbukaan akan fokus pada substansi, bukan pada diksi. Diksi itu hanya alat kita untuk menyampaikan tidak hanya substansi tapi juga emosi. Siapa yang tidak marah ketika ada seorang anak di Ngada, NTT, terbunuh oleh sistem pendidikan yang tidak berpihak pada pendidikan anak, pada rakyat kecil,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, kata Tiyo Ardianto, muncul pertanyaan apakah orang yang melakukan kritik kepada pemerintah harus selalu menyampaikannya dengan sopan santun dan beretika.

“Loh mereka saja tidak beretika kok, ketika menghadapi kami berdemonstrasi di lapangan. Saat melemparkan gas air mata, memukul kami,” katanya.

Menurut Tiyo Ardianto, ada banyak ketidakadilan dalam cara berpikir. Pemerintah seharusnya memiliki sistem yang mampu menyaring antara emosi dan substansi dalam kritik yang disampaikan publik.

“Ketika berhadapan dengan diksi presiden bodoh, mereka tidak akan sibuk dengan bodohnya. Tapi justru mencari, sebenarnya bodoh yang dimaksud anak ini itu apa,” katanya.***

Sumber: konteks
Foto: Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto (Foto: YouTube/Forum Keadilan TV)

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Jelaskan Alasan yang Bikin Dia Diteror Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Jelaskan Alasan yang Bikin Dia Diteror Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar