Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Ajukan Perlindungan ke LPSK Usai Diancam Dibunuh, POV: Kritik Berujung Teror!
Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, resmi mengambil langkah tegas dengan mengajukan permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Keputusan ini diambil setelah dirinya dan keluarga mengalami serangkaian teror digital hingga ancaman fisik yang dinilai sudah melampaui batas.
Teror tersebut muncul pasca Tiyo gencar melontarkan kritik terhadap pemerintah, mulai dari isu kegagalan jaminan hak dasar anak di NTT hingga proyek Makan Bergizi Gratis (MBG).
Serangan Personal dan Ancaman Nyawa
Modus operandi yang digunakan peneror cukup beragam, mulai dari penyebaran disinformasi hingga ancaman pembunuhan.
Tiyo dituduh menilap dana penggalangan KIP, sebuah isu lama yang sengaja digoreng kembali untuk merusak reputasinya. Tidak hanya Tiyo, teror juga menyasar orang tua dan sekitar 30 pengurus BEM UGM lainnya.
"Saya sudah berkomunikasi dengan LPSK," tegas Tiyo Ardianto pada Senin 16 Februari 2026.
Ia juga mengungkapkan bahwa ancaman pembunuhan muncul sehari setelah dirinya berorasi di Bundaran UGM.
UGM Pasang Badan: Kebebasan Akademik Harga Mati
Merespons situasi ini, pihak Rektorat UGM tidak tinggal diam.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Arie Sujito, menegaskan bahwa kampus wajib melindungi seluruh sivitas akademika dari segala bentuk represi yang mencederai demokrasi.
"Institusi akademik punya tanggung jawab moral menjaga demokrasi, menjunjung tinggi hak berekspresi," kata Arie Sujito lewat pesan singkat.
Dukungan juga datang dari kalangan akademisi lainnya. Herlambang P. Wiratraman, Dosen Hukum Tata Negara UGM, mengapresiasi keberanian BEM UGM dalam menjaga nalar kritis di tengah realitas sosial yang paradoks.
Sorotan Tajam dari Masyarakat Sipil
Gerakan masyarakat sipil di Yogyakarta, seperti Forum Cik Di Tiro, mendesak pemerintah untuk lebih terbuka terhadap masukan mahasiswa alih-alih membiarkan praktik anti-kritik tumbuh subur.
Mereka menilai teror ini merupakan upaya pendisiplinan agar kampus hanya patuh pada kebijakan yang tidak rasional.
LPSK sendiri melalui kantor perwakilan Yogyakarta tengah melakukan identifikasi mendalam terhadap jenis ancaman yang diterima Tiyo guna menentukan skema perlindungan yang paling tepat.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi iklim demokrasi dan kebebasan berpendapat di lingkungan perguruan tinggi.***
Sumber: konteks
Foto: Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto diteror dan ajukan perlindungan ke LPSK. (Instagram @tiyoardianto_)
Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Ajukan Perlindungan ke LPSK Usai Diancam Dibunuh, POV: Kritik Berujung Teror!
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar