Janji Loker Malaysia Berujung di Kamboja, 15 Warga Sumsel Diduga Korban TPPO, Ini Update Terbarunya
Tawaran itu terdengar sederhana: bekerja di restoran Malaysia dengan gaji
lebih tinggi dari penghasilan di kampung halaman. Proses disebut cepat,
keberangkatan diurus, dan pekerjaan sudah menunggu. Namun yang terjadi
justru berbeda.
Lima belas warga Sumatera Selatan kini diketahui berada di Kamboja, negara
yang tidak pernah disebut dalam perjanjian awal. Fakta ini memunculkan tanda
tanya besar: bagaimana mereka bisa berangkat tanpa prosedur resmi dan
berakhir di negara lain?
Perkembangan terbaru menunjukkan nama kelima belas warga tersebut tidak
tercatat dalam sistem Elektronik Pekerja Migran Indonesia (E-PMI). Artinya,
keberangkatan mereka tidak melalui mekanisme resmi penempatan pekerja migran
yang diatur pemerintah.
Ketidakterdaftaran ini menjadi poin krusial. Dalam sistem resmi, setiap
pekerja migran wajib melalui tahapan verifikasi kontrak kerja, pelatihan
pra-keberangkatan, serta pencatatan dalam database nasional sebelum
diberangkatkan.
Tanpa proses itu, perlindungan hukum menjadi lebih terbatas.
Informasi yang beredar menyebutkan para warga tersebut sebelumnya dijanjikan
bekerja di restoran Malaysia. Namun setelah berada di luar negeri, pekerjaan
yang dijalankan diduga tidak sesuai dengan penawaran awal.
Muncul indikasi mereka diarahkan pada aktivitas berbasis daring yang
berkaitan dengan judi online. Jika dugaan ini terbukti, maka terdapat
kemungkinan adanya unsur penipuan dalam proses perekrutan.
Sejumlah pihak pun mulai menyoroti potensi tindak pidana perdagangan orang
(TPPO), terutama jika terdapat unsur perekrutan dengan tipu daya dan
pengalihan jenis pekerjaan.
Namun hingga kini, proses pendalaman oleh aparat masih berlangsung.
Di tengah berbagai spekulasi, Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan memastikan kelima belas warga tersebut
dalam keadaan aman.
“Kami pastikan 15 orang ini dalam keadaan aman. Kebutuhan makan terpenuhi
dan kondisi mereka terus terpantau. Saat ini mereka menunggu proses dokumen
yang sedang ditangani KBRI,” ujar Kepala BP3MI Sumsel, Waydinsyah.
Saat ini, proses pemulangan masih menunggu penyelesaian dokumen perjalanan
di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh.
Kasus ini kembali menyoroti praktik keberangkatan nonprosedural yang masih
terjadi. Tawaran kerja luar negeri dengan iming-iming proses instan dan gaji
besar kerap menjadi celah yang dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab.
Jika benar terdapat pengalihan negara tujuan dan jenis pekerjaan, maka
persoalannya bukan lagi sekadar administrasi, melainkan potensi pelanggaran
hukum serius.
Kini fokus utama adalah memastikan keselamatan dan kepulangan mereka. Namun
publik masih menunggu jawaban atas satu pertanyaan mendasar:
Bagaimana mereka bisa lolos dari sistem?
Sumber:
suara
Foto: Viral 15 warga Sumsel alami TPPO di Kamboja.
Janji Loker Malaysia Berujung di Kamboja, 15 Warga Sumsel Diduga Korban TPPO, Ini Update Terbarunya
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar