Benarkah Remaja Indonesia Bangunin Sahur di Jepang? Ternyata Ini Faktanya!
Viral video sekelompok warga negara Indonesia yang melakukan tradisi sahur
keliling di jalanan Jepang memicu perdebatan sengit di media sosial. Konten
ini dianggap tidak menghormati norma ketenangan yang berlaku di sana. Video
tersebut memperlihatkan sekelompok pemuda beraksi di tengah malam di sebuah
pemukiman padat penduduk yang sangat sunyi.
Dalam rekaman tersebut terlihat sejumlah remaja berjalan menyusuri trotoar
sambil membawa alat musik darurat berupa ember plastik. Mereka tampak
berteriak dengan suara yang cukup lantang untuk membangunkan warga sekitar.
Aksi tersebut terekam dengan jelas oleh kamera ponsel salah satu peserta
yang ikut dalam rombongan tersebut di lokasi kejadian.
Unggahan ini menjadi viral setelah sebuah akun media sosial X milik warga
Jepang membagikan kembali video tersebut dengan nada keberatan yang sangat
kuat. Pemilik akun itu merasa terganggu dengan kebisingan yang diciptakan
oleh kelompok remaja tersebut di lingkungan tempat tinggalnya. Konten ini
telah ditonton jutaan kali oleh publik internet.
@yutaka_tokunaga Viral video WNI bangunin Sahur jam 3:45 pagi di perumahan Jepang (14rb+ likes). Warga Jepang marah besar! 🇯🇵💢 Di Jepang, ketenangan adalah privasi utama. Banyak komentar: "Berisik!", "Hargai aturan kami", hingga tuntutan usir imigran. Pesan saya: Jangan sampai aksi segelintir orang merusak citra seluruh warga Indonesia. ✅ Lakukan ibadah tanpa suara keras di malam/dini hari. ✅ Hargai budaya lokal agar peluang kerja kita tetap terbuka. Mari jaga sikap demi keharmonisan 🇮🇩🤝🇯🇵 Apa pendapat kalian? 📝
♬ original sound - Yutaka Tokunaga
Salah satu akun Youtube bernama Issei Nugroho memberikan keterangan datar
mengenai detail waktu yang tertera pada rekaman video yang sedang viral
tersebut.
"Di situ terlihat kalau ada tulisan 1444 Hijriah yang artinya video ini
diambil dari tahun 2023," ujarnya.
Pemerhati konten digital itu juga memberikan sebuah pengamatan lain mengenai
aspek teknis suara yang terdapat di dalam video pendek tersebut.
"Kalau kalian dengarkan baik-baik audio sama gerakan orang di video tersebut
tidaklah sesuai," tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa ada kemungkinan besar suara dalam video tersebut telah
mengalami proses penyuntingan.
Selain masalah sinkronisasi suara dan gerakan tubuh para pemeran dalam video
tersebut juga menjadi bahan amatan bagi pihak pemerhati konten digital.
"Dan lebih teliti lagi mereka tidak benar-benar memukul embernya," jelasnya.
Meskipun terdapat berbagai kejanggalan secara teknis namun reaksi negatif
dari masyarakat Jepang tetap tidak dapat dihindarkan begitu saja oleh
publik. Budaya Jepang sangat menjunjung tinggi ketenangan di ruang publik
terutama saat malam hari tiba. Segala bentuk kebisingan yang tidak perlu
dianggap sebagai tindakan yang tidak menghargai orang lain.
Video Pemuda Asal Indonesia Bangunin Sahur Di Jepang Dikritik Netizen
[Sumber: Tiktok]
Unggahan tersebut juga berdampak pada pandangan masyarakat internasional
terhadap keberadaan warga negara asing yang tinggal dan bekerja di sana. Hal
ini menjadi diskusi yang cukup serius di berbagai forum komunitas ekspatriat
mengenai pentingnya menjaga sikap di negeri orang. Masalah ini kemudian
melebar menjadi pembahasan tentang etika sosial.
Sejumlah pihak merasa heran dengan motif di balik penyebaran kembali video
yang sebenarnya sudah direkam sejak setahun yang lalu tersebut ke internet.
Muncul dugaan bahwa konten ini sengaja diangkat kembali untuk memicu
kemarahan publik demi mendapatkan jumlah interaksi yang tinggi. Fenomena ini
kemudian memicu respons keras dari netizen Indonesia.
Reaksi keras datang dari masyarakat Indonesia yang merasa tindakan para
remaja dalam video tersebut sangat tidak pantas untuk dilakukan di luar
negeri. Seorang netizen menuliskan pendapatnya dengan kalimat yang cukup
tajam di kolom komentar.
"Lupa diri dmn tmpt berpijak," tulisnya.
Komentar lain yang tidak kalah pedas juga muncul untuk menyoroti kurangnya
pemahaman tentang etika dasar saat berada di wilayah kebudayaan yang
berbeda.
"Dibilang sdm rendah marah, tapi pribahasa tentang ‘di mana bumi dipijak, di
situ langit dijunjung ‘ saja tidak tau," tulis netizen tersebut.
Video Pemuda Asal Indonesia Bangunin Sahur Di Jepang Viral [Sumber: Tiktok]
Gelombang kecaman dari warga internet terus mengalir karena mereka merasa
reputasi bangsa sedang dipertaruhkan oleh segelintir orang lewat konten
digital. Publik menekankan bahwa menghormati aturan setempat adalah
kewajiban mutlak bagi siapa saja. Tanpa adanya kesadaran tersebut maka citra
negatif terhadap pendatang akan sulit untuk dihilangkan.
Para netizen juga mengingatkan kembali pentingnya mempelajari budaya negara
tujuan sebelum memutuskan untuk menetap atau sekadar berkunjung ke sana.
"Sangat memalukan jika harus membawa kebiasaan buruk ke lingkungan yang
sudah tertata rapi," ungkap salah satu pengguna media sosial.
Hingga berita ini diturunkan masih belum ada klarifikasi resmi dari Pemuda
Indonesia maupun akun Haruka tersebut.
Sumber:
indopop
Foto: Video Pemuda Asal Indonesia Bangunin Sahur di Jepang Viral [Sumber:
Tiktok]
Benarkah Remaja Indonesia Bangunin Sahur di Jepang? Ternyata Ini Faktanya!
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:



Tidak ada komentar