Asteroid Dekati Bumi Bikin Ilmuwan NASA Kesulitan Tidur, Ukurannya Sedang tapi Tak Terdeteksi Manusia
Bumi, planet tempat kita hidup, saat ini tidak berdaya melawan asteroid pembunuh. Bahkan tak seorang pun tahu di mana astereoid mematikan itu berada..
Demikian peringatan seorang ilmuwan NASA yang disampaikannya pada pekan ini.
Astronom Kelly Fast, petugas pertahanan planet NASA, adalah pihak yang paling khawatir tentang asteroid pengancam kehidupan Bumi tersebut.
Ukurannya sedang, tapi cukup kecil untuk tidak terdeteksi. Yang paling berbahayanya adalah cukup besar untuk menyebabkan kerusakan signifikan saat menghantam Bumi.
Berbicara di konferensi American Association for the Advancement of Science (AAAS) di Arizona, Fast mengatakan, "Yang membuat saya sulit tidur adalah asteroid yang tidak kita ketahui keberadaannya."
Mengutip The Sun, Jumat 20 Februari 2026, Fast mencatat, asteroid kecil menghantam planet ini sepanjang waktu sehingga manusia tidak terlalu khawatir tentang itu.
Ia menambahkan, ilmuwan juga kurang khawatir tentang ancaman asteroid besar karena sudah diketahui di mana benda luar angkasa itu berada.
Namun, mereka paling khawatir tentang asteroid yang berukuran sedang dengan ukuran sekitar 140 meter atau lebih besar lagi. Asteroid ini benar-benar dapat menyebabkan kerusakan regional, dan taka da yang tahu di mana letaknya.
"Diperkirakan ada sekitar 25.000 asteroid seperti itu, dan kita baru menyelesaikan sekitar 40 persennya," sebut Fast. "Butuh waktu untuk menemukannya, bahkan dengan teleskop terbaik sekalipun."
Asteroid adalah massa batuan kecil yang tersisa dari pembentukan tata surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Asteroid terkonsentrasi di sabuk asteroid utama, yang terletak di sekitar matahari di antara orbit Mars dan Jupiter.
Yang disebut "objek dekat Bumi" adalah asteroid yang orbitnya membawa mereka dalam jarak 120 juta mil dari Matahari dan ke lingkungan orbit Bumi.
Pada Februari 2025, data dari Pusat Studi Objek Dekat Bumi (CNEOS) menemukan bahwa probabilitas tumbukan asteroid yang dikenal sebagai “2024 YR4” pada 2032 adalah 3,1%.
“Ini merupakan probabilitas tumbukan tertinggi yang pernah dicatat NASA untuk objek sebesar ini atau lebih besar,” kata badan antariksa tersebut saat itu.
“Studi lebih lanjut menemukan bahwa objek tersebut tidak menimbulkan risiko tumbukan yang signifikan terhadap Bumi pada tahun 2032 dan seterusnya,” catat badan antariksa tersebut.
Sebagian besar objek dekat Bumi, tambah NASA, memiliki orbit yang tidak membawa mereka terlalu dekat ke Bumi, dan oleh karena itu tidak menimbulkan risiko tumbukan.
Namun, sebagian kecil dari mereka, yang dikenal sebagai asteroid yang berpotensi berbahaya (PHA), memang membutuhkan perhatian lebih.
Dengan ukuran lebih dari 460 kaki, PHA memiliki orbit yang membawa mereka dalam jarak 4,6 juta mil dari orbit Bumi mengelilingi Matahari.
Terlepas dari banyaknya PHA di tata surya kita, tidak ada yang kemungkinan akan menabrak planet Bumi dalam waktu dekat.
"Penunjukan 'berpotensi berbahaya' hanya berarti bahwa selama berabad-abad dan ribuan tahun, orbit asteroid tersebut dapat berevolusi menjadi orbit yang berpotensi menabrak Bumi. Kami tidak menilai kemungkinan dampak jangka panjang selama berabad-abad ini," kata Paul Chodas, Manajer CNEOS, kepada Newsweek sebelumnya. ***
Sumber: konteks
Foto: Ilustrasi asteroid dekati Bumi sehingga mengancam kehidupan manusia. (Foto: Tangkapan layar X/@latestinspace)
Asteroid Dekati Bumi Bikin Ilmuwan NASA Kesulitan Tidur, Ukurannya Sedang tapi Tak Terdeteksi Manusia
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar