Respons Namanya Disebut Gus Yaqut, Jokowi Akui Kuota Haji Tambahan Kebijakannya
Presiden RI ke7, Joko Widodo atau Jokowi merespons namanya disebut eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait korupsi kuota haji tambahan.
Jokowi mengakui jika dirinya mengambil kebijakan meminta kuota tambahan haji tahun 2024 kepada Kerajaan Arab Saudi.
Kuota itu, kata dia, kemudian diserahkan kepada Kementerian Agama untuk dikelola.
"Ya, memang itu kebijakan Presiden. Memang itu arahan dari Presiden," ujar Jokowi kepada wartawan di Solo, Jumat 30 Januari 2026.
Ayah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu pun mengaku tak bersoal namanya disebut-sebut dalam sejumlah kasus korupsi saat memimpin Indonesia.
Sebab, kasus-kasus korupsi itu terjadi dalam program-program yang muncul dari arahan Presiden.
"Setiap kasus pasti mengaitkan dengan nama saya, karena apapun program kerja menteri pasti dari kebijakan Presiden, pasti dari arahan Presiden, dan juga dari perintah-perintah Presiden," tuturnya.
Jokowi juga memastikan semua program tersebut dibuat dengan niat baik.
Suami Iriana itu mengaku, tidak pernah memerintah menterinya untuk korupsi selama menjadi Presiden.
"Tetapi tidak ada yang namanya perintah, tidak ada yang namanya arahan untuk korupsi. Enggak ada," tandasnya.
Sebagai informasi, dalam tayangan video di YouTube pada 15 Januari 2026, eks Menag Yaqut Cholil Qoumas menyebut 20 ribu kuota haji tambahan untuk tahun 2024 diterima langsung oleh Presiden Jokowi, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menpora Dito Ariotedjo.***
Sumber: konteks
Foto: Jokowi soal namanya disebut Gus Yaqut dalam kasus korupsi kuota haji (YouTube)
Respons Namanya Disebut Gus Yaqut, Jokowi Akui Kuota Haji Tambahan Kebijakannya
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar