Breaking News

Polisi Kejar Otak Love Scamming dari Cina, Jaringan Lampung Ikut Dibidik


Polresta Yogyakarta masih mengembangkan pengungkapan kasus love scamming lintas negara yang beroperasi di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penyidikan kini difokuskan untuk memburu pelaku utama yang diduga berada di luar negeri yakni Cina. Termasuk menindak dugaan jaringan serupa di daerah Lampung.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian menuturkan bahwa operasional penipuan tersebut memang sepenuhnya dikendalikan oleh pihak asal Cina.

Seluruh sistem aplikasi, pengawasan kinerja, hingga pengaturan ruang percakapan dikontrol dari luar Indonesia.

"Jadi semua itu yang melakukan operasional ini semua orang [warga negara] Cina gitu," kata Riski kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).

Menurut Riski, pihak kepolisian telah mengantongi identitas pelaku asal Cina yang diduga menjadi pengendali utama.

"Karena ini aplikasi Cina yang bawa ke sini memang orang Cina, kita juga sudah kantongi [identitas pelaku]," ucapnya.

Saat ini, koordinasi lintas negara tengah disiapkan untuk memburu pihak-pihak tersebut.

"Kemarin sudah menghubungi Hubinter [Polri] yang nanti akan kita koordinasi dengan Interpol untuk pengejaran yang bersangkutan," tandasnya.

Selain pengejaran pelaku luar negeri, kata Adrian, pihaknya turut mengembangkan perkara ini ke wilayah lain di Indonesia.

Berdasarkan keterangan yang didapat, ada lokasi operasional serupa berupa love scamming ini di Lampung.

"Menurut keterangan ada satu lagi di Lampung," terangnya.

Polresta Yogyakarta menyatakan telah menjalin koordinasi dengan Polda Lampung untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

Dalam proses pengembangan kasus, puluhan pekerja yang sempat diamankan masih berstatus saksi. Polisi masih mendalami peran masing-masing individu.

"Untuk puluhan orang kita masih mendalami peran masing-masing, saat ini status masih saksi," imbuhnya.

Sejauh ini baru enam orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Para tersangka itu di antaranya laki-laki inisial R (35), selaku CEO ataupun pemilik di Indonesia, perempuan inisial H (33) selaku HRD, laki-laki berinisial P (28) selaku project manager, laki-laki berinisial V (28) dan G (22) selaki team leader dan perempuan berinisial M (28) selaku project manager.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti berupa 50 unit laptop, 30 unit handphone, empat kamera pengawas, dan dua router WiFi, yang diduga digunakan sebagai sarana tindak pidana.

Sumber: suara
Foto: Para tersangka yang diamankan dalam kasus love scamming di Yogyakarta, Rabu (7/1/2026). (Suara.com/Hiskia)

Polisi Kejar Otak Love Scamming dari Cina, Jaringan Lampung Ikut Dibidik Polisi Kejar Otak Love Scamming dari Cina, Jaringan Lampung Ikut Dibidik Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar