Perkampungan Baduy 'Dipalang' Tiga Bulan, Ada Apa?
Perkampungan Baduy Dalam resmi tertutup dari wisatawan selama tiga bulan mulai 20 Januari 2026. Tiga kampung inti, yakni Cibeo, Cikeusik, dan Cikawartana dipalang demi pelaksanaan ritual Kawalu.
"Kami minta pengunjung, wisatawan, agar mematuhi larangan memasuki perkampungan Baduy Dalam, terdiri dari Kampung Cibeo, Cikeusik, dan Cikawartana," ujar Tetua Adat sekaligus Kepala Desa Kanekes Jaro Oom saat dihubungi dari Rangkasbitung, Lebak, Banten, Minggu (11/1/2026).
Kawalu dimulai bertepatan 1 Kawalu Tembeuy dan berlangsung hingga Maret. Selama periode sakral itu, kampung adat steril dari pendatang.
"Ritual Kawalu wajib dilaksanakan, karena sifatnya sakral dan tertutup bagi pengunjung wisatawan," ujar Jaro Oom.
Akses hanya dibuka untuk tamu dengan kepentingan mendesak dan jumlah terbatas.
"Untuk urusan khusus, perorangan dengan maksimal 10 orang masih diizinkan masuk perkampungan," jelasnya.
Tradisi turun-temurun ini dijalankan tiga bulan penuh dengan puasa masyarakat Baduy Dalam, sebagai bentuk penyembahan dan penguatan spiritual.
"Dalam ritual Kawalu itu, masyarakat Baduy Dalam mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa," tegasnya.
Baduy Luar tetap terbuka untuk kunjungan. Wilayah yang aman dikunjungi antara lain Kaduketug 1-3, Cipondok, Lebak Jeruk, Gajeboh, Karahkal, hingga Lebak Huni.
Sumber: inilah
Foto: Ilustrasi perkampungan suku Baduy Dalam. (Foto: Antara/Muhammad Bagus Khoirunas)
Perkampungan Baduy 'Dipalang' Tiga Bulan, Ada Apa?
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar