Pengakuan Pengawal Nicolas Maduro yang Selamat dari Serangan AS, Ada Kode Siulan dari Delta Force
Suasana mencekam menyelimuti wilayah Venezuela saat serangan militer Amerika Serikat terjadi pada Sabtu (3/1/2026) dini hari.
Di tengah dentuman ledakan dan suara tembakan yang memecah keheningan malam, para prajurit Venezuela berada di garis depan, menghadapi situasi yang mereka gambarkan sebagai salah satu momen paling menegangkan sepanjang karier militer mereka.
Salah satu kesaksian datang dari Ricardo Salazar, prajurit Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian Venezuela. Ia mengungkapkan detik-detik ketika serangan udara terjadi, menggambarkan kepanikan sekaligus kebingungan yang dirasakannya di tengah situasi yang serba cepat dan berbahaya.
Menurut Ricardo, suara ledakan terdengar bersahut-sahutan, disertai siulan keras di udara yang membuatnya sulit membedakan arah serangan.
“Saya mendengar ledakan, saya mendengar siulan. Semuanya seperti siulan. Untuk sesaat saya tidak mendengar helikopter,” ujar Ricardo saat memberikan kesaksian pada Minggu (4/1/2026).
Ia menuturkan, dalam hitungan detik setelah suara-suara itu, sebuah benda jatuh tak jauh dari posisinya.
Ledakan yang menyusul begitu kuat hingga melemparkannya bersama seorang prajurit lain ke tanah.
Ricardo mengaku tidak sempat mengenali jenis persenjataan yang digunakan, namun ia yakin itu merupakan bom yang dijatuhkan dari udara.
“Sesaat kemudian, sesuatu jatuh di dekat saya, sebuah bom, saya tidak tahu. Lalu saya dan seorang prajurit terpental akibat ledakan,” katanya.
Kesaksian tersebut menambah gambaran nyata mengenai dampak langsung serangan terhadap personel militer di lapangan.
Di tengah ketidakpastian situasi keamanan dan meningkatnya ketegangan geopolitik, para prajurit Venezuela disebut tetap bertahan di posisi masing-masing, meski menghadapi risiko besar terhadap keselamatan jiwa.
Ricardo menegaskan bahwa pengalaman traumatis tersebut tidak menggoyahkan komitmennya sebagai prajurit.
Ia menyatakan kesiapannya untuk terus menjalankan tugas dan membela kedaulatan negaranya, apa pun konsekuensinya.
Baginya, serangan itu justru memperkuat tekad untuk tetap berdiri di garis pertahanan Venezuela.
“Saya akan selalu siap membela tanah air saya,” ujarnya dengan nada tegas.
Hingga kini, situasi di Venezuela masih diliputi ketegangan pascaserangan.
Kesaksian para prajurit seperti Ricardo menjadi potret langsung dari dampak konflik bersenjata, sekaligus mencerminkan kondisi psikologis dan fisik mereka yang berada di garis depan pertempuran.
Sumber: tribunnews
Foto: KESAKSIAN PRAJURIT VENEZUELA -- Suasana mencekam menyelimuti wilayah Venezuela saat serangan militer Amerika Serikat terjadi pada Sabtu (3/1/2026) dini hari. Di tengah dentuman ledakan dan suara tembakan yang memecah keheningan malam, para prajurit Venezuela berada di garis depan, menghadapi situasi yang mereka gambarkan sebagai salah satu momen paling menegangkan sepanjang karier militer mereka/KOMPAS.COM/Tidak Ada
Pengakuan Pengawal Nicolas Maduro yang Selamat dari Serangan AS, Ada Kode Siulan dari Delta Force
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar