Misteri Upaya Kudeta 18 Januari: Rumor Gagalnya Penangkapan Xi Jinping oleh 2 Jenderal Senior PLA
Isu dugaan upaya penggulingan Presiden China Xi Jinping mencuat setelah dua jenderal senior Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dilaporkan tengah diselidiki atas dugaan pelanggaran serius disiplin dan hukum.
Kedua jenderal ini adalah Jenderal Zhang Youxia dan Jenderal Liu Zhenli.
Mereka berdua menempati posisi puncak yang sangat strategis dalam hierarki kekuasaan di bawah kepemimpinan Xi Jinping.
Zhang Youxia merupakan Wakil Ketua Pertama Komisi Militer Pusat (CMC) atau Vice Chairman of the Central Military Commission. Bisa disebut sebagai orang nomor dua di PLA.
Sementara Jenderal Liu merupakan Kepala Staf Departemen Staf Gabungan CMC (Chief of the CMC Joint Staff Department).
Jenderal Liu bertugas memimpin departemen yang berfungsi sebagai "otak" operasional militer.
Departemen ini bertanggung jawab atas perencanaan tempur, strategi, dan komando operasi gabungan antar matra (Darat, Laut, Udara, Roket).
Apa 'dosa' mereka?
Istilah “pelanggaran serius disiplin dan hukum” kerap digunakan oleh Partai Komunis China (PKC) untuk merujuk pada kasus korupsi maupun dugaan ketidakloyalan politik.
Dalam beberapa kasus sebelumnya, frasa ini juga menandai proses pembersihan elite yang dianggap tidak sejalan dengan garis kepemimpinan partai.
Mengutip Wall Street Journal melaporkan bahwa Jenderal Zhang Youxia, salah satu dari dua wakil ketua Komisi Militer Pusat sekaligus jenderal paling senior di China, tengah diselidiki atas dugaan pelanggaran berat terhadap disiplin partai dan hukum negara.
Informasi tersebut disampaikan oleh juru bicara Kementerian Pertahanan China pada Sabtu lalu.
Isu kudeta merebak
Di sisi lain, media sosial China ramai dengan spekulasi yang menyebut adanya dugaan upaya kudeta yang gagal, bahkan diklaim terungkap akibat pengkhianatan dari lingkaran internal militer.
Namun, klaim tersebut hingga kini belum didukung bukti independen yang dapat diverifikasi.
Sejumlah analis menilai perkembangan ini masih sejalan dengan kampanye antikorupsi yang telah lama dijalankan Xi Jinping di tubuh PLA.
Sejak 2023, puluhan perwira tinggi dilaporkan telah dicopot dalam rangka memperketat disiplin dan memastikan loyalitas politik, khususnya di tengah meningkatnya ketegangan terkait isu Taiwan.
Surat Kabar Militer China
PLA Daily menulis editorial yang menyebut kasus ini sebagai “masalah politik dan korupsi kepemimpinan militer,” bukan sekadar kasus korupsi biasa.
Surat kabar resmi milik militer China itu menegaskan Zhang dan Liu “telah mengkhianati kepercayaan dan harapan Komite Sentral Partai serta Komisi Militer Pusat, serta merusak sistem tanggung jawab ketua CMC (Xi Jinping).”
PLA Dailyl menambahkan bahwa mereka menyebarkan masalah politik dan korupsi yang merusak fondasi pemerintahan Partai, menghancurkan integritas politik militer, ekologi politik, serta kesiapan tempur, dan berdampak sangat buruk bagi Partai, negara, dan militer.
Menanggapi kekhawatiran bahwa pembersihan militer dapat melemahkan kemampuan tempur, PLA Daily menegaskan: “Tentara rakyat justru semakin kuat, murni, dan siap tempur ketika lebih tegas melawan korupsi. Semakin menyeluruh kampanye antikorupsi, semakin kokoh keyakinan dan fondasi untuk membangun militer kuat dalam 100 tahun.”
Sorotan media asing
Sementara Wall Street Journal melaporkan bahwa dalam sebuah pengarahan tertutup, muncul tuduhan Zhang membocorkan data teknis inti terkait senjata nuklir Tiongkok ke AS.
Ia juga diduga menerima suap besar dari mantan Menteri Pertahanan Li Shangfu untuk membantu promosi, membentuk faksi politik, dan menyalahgunakan kekuasaan di Komisi Militer Pusat.
Epoch Times, media yang kritis terhadap pemerintah China, mengutip sumber yang menyebut Zhang dan Liu mencoba menangkap Xi Jinping pada malam 18 Januari 2026, namun informasi bocor dua jam sebelumnya sehingga Xi meninggalkan hotel tempat ia berencana menginap.
Disebutkan, tim Zhang tetap bergerak sesuai rencana, lalu terjadi baku tembak dengan pasukan Xi, menimbulkan korban di kedua pihak.
Informasi ini lagi-lagi tidak bisa dikonfirmasi kebenarannya. Namun patut diingat, Xi telah menjalankan pembersihan antikorupsi di tubuh militer sejak 2023.
Sebelum Zhang dan Liu, He Weidong (mantan wakil ketua CMC, orang nomor tiga di militer) dan Miao Hua (mantan direktur Departemen Kerja Politik CMC, orang nomor lima) juga dicopot pada Oktober tahun lalu dengan tuduhan serupa.
Akibatnya, dari enam pemimpin militer top yang ditunjuk Xi setelah masa jabatan ketiganya dimulai pada 2022, lima sudah tumbang karena kasus korupsi.
Dari tujuh anggota Komisi Militer Pusat, kini hanya Xi dan Wakil Ketua Zhang Shengmin yang tersisa.
Christopher K. Johnson, kepala China Strategies Group sekaligus mantan pejabat CIA, mengatakan kepada New York Times, kondisi ini berpotensi menghambat ambisi Beijing terhadap Taiwan selama beberapa tahun ke depan.
“Ini adalah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah militer Tiongkok dan setara dengan penghancuran total komando tertinggi," katanya.
Sumber: tribunnews
Foto: Ilustrasi Rumor Gagalnya Penangkapan Xi Jinping oleh 2 Jenderal Senior PLA/Net
Misteri Upaya Kudeta 18 Januari: Rumor Gagalnya Penangkapan Xi Jinping oleh 2 Jenderal Senior PLA
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar