Breaking News

Kudeta Brutal Maduro 'Meledak' Jadi Krisis Politik, Seruan Pemakzulan Trump Kian Menguat


Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump menyebut operasi militernya di Venezuela sebagai keberhasilan besar.

Ia memuji 'serangan spektakuler' berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Namun, langkah ini justru memicu kecaman luas, baik dari dunia internasional maupun dalam negeri AS sendiri.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa kemarin menyatakan operasi tersebut membuat semua negara di seluruh dunia kurang aman.

Kritik juga datang dari berbagai pemimpin dunia, terutama setelah Trump menyatakan kemungkinan intervensi militer di negara lain.

Desakan Pemakzulan Trump Menguat

Di dalam negeri, desakan agar Trump dimakzulkan semakin kencang. Sejumlah anggota parlemen Demokrat menilai operasi itu dilakukan tanpa dasar hukum.

Anggota DPR dari Maryland, April McClain Delaney, mendesak agar kaukus Demokrat segera mempertimbangkan proses pemakzulan atas tindakan militer Trump di Venezuela.

“Selama akhir pekan, kita melihat Presiden tanpa otorisasi atau persetujuan dari Kongres, sebagaimana diwajibkan oleh Konstitusi kita,, melancarkan serangan terhadap Venezuela dan menyatakan niatnya untuk 'menjalankan' negara itu,” ujar Delaney, mengutip Time, Rabu, 7 Januari 2026.

Ia menuduh Partai Republik membiarkan Trump menentang supremasi hukum. Delaney menegaskan perlunya respons tegas Kongres.

“Sudah saatnya titik bagi Kongres untuk bertindak dan menghentikan tindakan Administrasi yang tidak sah dan merugikan ini,” tegas dia.

Penculikan Maduro: Kudeta Ilegal

Sementara, senator negara bagian California, Scott Wiener, juga menyerukan pemakzulan. Ia menyebut operasi militer itu sebagai invasi dan 'kudeta ilegal' di Venezuela.

“Trump secara ilegal menginvasi Venezuela, merebut dan membom ibu kota, menyita aset minyak negara itu, dan menawan Presiden Maduro dan istrinya,” kata Wiener.

Menurutnya, tindakan tersebut melanggar hukum karena tidak mendapat persetujuan Kongres. Ia juga menilai langkah itu berpotensi memicu eskalasi global, termasuk peningkatan agresi Rusia dan China.

Kritik serupa datang dari Anggota DPR Delia C. Ramirez. Ia menyebut penangkapan Maduro sebagai 'penculikan' dan menilai operasi militer itu ilegal serta melanggar hukum internasional.

“Trump dan pemerintahannya di luar kendali karena mereka percaya bahwa mereka tidak tersentuh. Tetapi mereka tidak, Trump harus dimakzulkan,” tegas Ramirez.

Ramirez juga mendorong pengesahan Resolusi Kekuatan Perang yang menuntut penarikan pasukan AS dari konflik tanpa mandat Kongres. RUU tersebut saat ini masih diproses di Komite Urusan Luar Negeri DPR.***

Sumber: konteks
Foto: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: AFP/Mandel Ngan)

Kudeta Brutal Maduro 'Meledak' Jadi Krisis Politik, Seruan Pemakzulan Trump Kian Menguat Kudeta Brutal Maduro 'Meledak' Jadi Krisis Politik, Seruan Pemakzulan Trump Kian Menguat Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar