Kronologi Bu Budi Guru SD di Pamulang Dilaporkan Polisi karena Tegur Murid
Christiana Budiyati (55), seorang guru SD di Pamulang, Tangerang Selatan, dilaporkan ke polisi atas dugaan kekerasan verbal terhadap murid. Ironisnya, laporan ini bermula dari nasihat sang guru yang akrab disapa Bu Budi itu, usai seorang murid terjatuh dan tak segera ditolong teman-temannya.
Putra Bu Budi, Dino Gabriel, dalam wawancara dengan Narasi (29/1/2026), menjelaskan kronologi peristiwa yang bermula pada Agustus 2025.
Saat kegiatan lomba sekolah, seorang murid meminta digendong temannya. Teman yang digendong tak siap hingga keduanya terjatuh. Korban jatuh tidak segera ditolong oleh teman-teman sekelasnya dan akhirnya dibantu orang tua murid lain yang kebetulan ada di lokasi.
Menyayangkan kejadian tersebut, Bu Budi selaku wali kelas kemudian menegur dan menasihati seluruh murid di kelasnya agar lebih bertanggung jawab dan peduli.
“Ibunya tak melontarkan satu pun kata kasar dan menyudutkan murid tertentu,” tegas Dino.
Namun, nasihat ini dipersepsikan salah seorang murid sebagai bentuk kemarahan yang menyasar pada dirinya.
Nasihat Bu Budi Dianggap Kemarahan
Murid yang merasa “dimarahi” itu melaporkannya kepada orang tua. Orang tua kemudian datang ke sekolah meminta kejelasan. Saksi-saksi lain, yaitu murid lain yang hadir, membenarkan bahwa nasihat Bu Budi ditujukan ke seluruh kelas, bukan individu tertentu, dan tanpa kata-kata kasar.
Meski demikian, orang tua murid yang merasa tak terima memindahkan anaknya ke sekolah lain dan melaporkan Bu Budi berulang kali, pertama ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), lalu ke Dinas Pendidikan Provinsi Banten.
Pengawas dari Disdikprov yang turun ke sekolah menemui Bu Budi dan juga murid yang bersangkutan.
“Enggak ada indikasi kalau dia trauma, enggak ada indikasi dia takut sama orang baru,” tutur Dino.
Laporan akhirnya dilayangkan ke Polres Tangerang Selatan pada 12 Desember 2025. Kasus ini mencuat ke publik setelah Dino mengunggah kronologi lengkap di media sosial dan membuat petisi daring “Keadilan untuk Seorang Guru” di Change.org.
Dalam waktu singkat, dukungan mengalir dengan lebih dari 25.800 tanda tangan per 29 Januari 2026.
Upaya penyelesaian melalui restorative justice dilakukan di Mapolres Tangsel pada 28 Januari 2026. Dalam mediasi tersebut, Bu Budi secara terbuka meminta maaf.
“Ibu juga bilang apa yang ibu lakukan itu karena ibu sayang sama muridnya, tapi kalau misalnya ada kata-kata dari Bu Budi yang dikatakan ke sang anak, sampai sang anak sakit hati, Bu Budi minta maaf,” papar Dino.
Permintaan Maaf Guru Belum Diterima
Meski telah meminta maaf, pihak orang tua murid belum bersedia mencabut laporan. Mereka meminta waktu untuk berdiskusi dengan anak terlebih dahulu.
“Pihak pelapor masih minta waktu dan meminta ruang untuk diberikan kepada keluarga dan anaknya,” konfirmasi AKP Wira Graha Setiawan, Kasat Reskrim Polres Tangsel, seperti dilaporkan Kompas.
Kasus Bu Budi menyulut keprihatinan luas di kalangan pendidik dan masyarakat. Banyak yang mempertanyakan batasan antara kewenangan guru dalam mendidik dan memberi nasihat dengan tuduhan kekerasan verbal.
Insiden ini dianggap sebagai contoh “kriminalisasi guru” yang dapat meredupkan kewibawaan dan kepercayaan diri pendidik dalam menjalankan tugas mulianya.
Proses hukum masih berjalan. Sementara itu, ribuan tanda tangan dalam petisi menjadi simbol solidaritas publik yang berharap agar niat baik seorang guru dalam mendidik karakter anak tidak berujung pada jerat hukum.
Sumber: indopop
Foto: Guru SD di Pamulang, Christiana Budiyati dilaporkan ke polisi karena tegur murid. [Instagram]
Kronologi Bu Budi Guru SD di Pamulang Dilaporkan Polisi karena Tegur Murid
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar