Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
Citra Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) sebagai kawasan hunian elit yang bebas
banjir tengah diuji hebat. Kawasan mandiri besutan Agung Sedayu Group dan
Salim Group ini dilaporkan tergenang air cukup tinggi pada Senin
(12/1/2026), yang berdampak langsung pada rontoknya kepercayaan investor di
pasar modal.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan pukul
16.14 WIB, saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) ditutup memerah di
level 10.725,00 IDR.
Saham emiten properti ini anjlok signifikan sebesar 675,00 poin atau turun
5,92% dalam sehari. Sepanjang perdagangan, PANI bergerak di rentang
Rp10.625,00 hingga Rp11.300,00 dengan kapitalisasi pasar tercatat sebesar
Rp194,31 triliun.
Kekecewaan pasar ini dipicu oleh video amatir yang viral di media sosial.
Unggahan tersebut menunjukkan kondisi kontras antara janji pemasaran kawasan
elit dengan realita di lapangan. Salah satu titik terparah terpantau di
kawasan Tokyo Riverside PIK2, di mana area parkir apartemen tergenang air
hingga merendam deretan mobil penghuni.
"Ini parkiran Tokyo yang punya mobil enggak sadar, lihat tenggelam. Oh my
God," ujar salah satu netizen dalam video yang diunggah akun
@volunteer.netizen saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut Senin siang.
Sistem Anti Banjir Polder Gagal?
Kejadian ini memicu kritik tajam lantaran pengelola PIK2 sebelumnya sangat
gencar mengklaim kawasan ini mustahil banjir. Agung Sedayu Group mengeklaim
telah menerapkan Sistem Polder yang dirancang PT Witteveen Bos Indonesia,
mengadopsi teknologi pertahanan air dari Belanda.
Sistem ini seharusnya menggabungkan tanggul tinggi, danau buatan, dan pompa
untuk memproteksi kawasan dari air laut maupun curah hujan ekstrem. Pihak
pengelola bahkan pernah mengibaratkan PIK2 sebagai "ember" yang airnya akan
selalu disalurkan ke danau sebelum dipompa keluar.
Namun, genangan tinggi yang terjadi hari ini membuktikan adanya celah dalam
sistem pertahanan tersebut. Banjir tidak hanya menghambat akses kendaraan di
ruas jalan utama, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas bisnis di titik
komersial. Bagi investor, insiden ini menjadi sentimen negatif yang
mempertanyakan ketahanan infrastruktur jangka panjang di kawasan pesisir
Tangerang tersebut.
Sumber:
suara
Foto: Kawasan mandiri besutan Agung Sedayu Group dan Salim Group ini
dilaporkan tergenang air cukup tinggi pada Senin (12/1/2026). Foto ist.
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar