Hotman Paris Geram, Sebut Minta Maaf ke Penjual Es Tak Hapus Dosa Aparat
Hotman Paris Hutapea melontarkan sindiran keras terhadap aparat yang meminta
maaf setelah melakukan penganiayaan terhadap penjual es gabus bernama
Sudrajat.
Pengacara kondang itu menilai permintaan maaf dan pelukan yang dilakukan dua
oknum aparat kepada korban justru berpotensi melemahkan efek jera hukum.
Melalui unggahan video di Instagram pada Kamis, 29 Januari 2026, Hotman
secara terbuka mempertanyakan ketulusan permintaan maaf yang muncul setelah
kasus tersebut viral.
"Kelihatan indah ya dipeluk-peluk, tapi pelukan apa itu, pelukan sesudah
viral," ujar Hotman Paris dengan nada sinis.
Menurut Hotman, tindakan memeluk korban setelah kekerasan tidak bisa
menggugurkan proses hukum karena perbuatan pidana tetap harus
dipertanggungjawabkan secara tegas.
Dia menegaskan bahwa pelaku penganiayaan tetap harus ditetapkan sebagai
tersangka meskipun sudah berdamai atau menyampaikan permohonan maaf secara
terbuka.
"Kalau pelakunya tetap jadi tersangka, walaupun nanti berdamai, institusinya
harus memecat, itu baru hukum berjalan," kata Hotman Paris.
Dia juga menyinggung faktor ekonomi korban yang dinilai membuat posisi tawar
Sudrajat menjadi lemah dalam menghadapi aparat.
Hotman menyebut Sudrajat sebagai masyarakat kecil yang rentan terpengaruh
karena tekanan ekonomi, sehingga berpotensi menerima perdamaian tanpa
keadilan yang utuh.
Kasus ini bermula pada Sabtu, 24 Januari 2026, ketika Sudrajat dituduh
menjual es berbahan spons oleh oknum Babinsa dan Bhabinkamtibmas di
Kemayoran.
Tanpa pembuktian memadai, Sudrajat mengalami kekerasan fisik berupa pukulan,
tendangan, dan pemaksaan yang direkam hingga akhirnya viral di media sosial.
Tak hanya itu, sekitar 150 es dagangannya dihancurkan, korban dipaksa
mengaku bersalah, bahkan disuruh memakan es yang telah dirusak.
Hasil pemeriksaan Tim Keamanan Pangan Polda Metro Jaya dan Puslabfor Polri
kemudian memastikan es tersebut aman dan bukan berbahan sintetis.
Anggota Polri Aiptu Ikhwan Mulyadi kini diperiksa Propam Polda Metro Jaya,
sementara Babinsa Serda Heri Purnomo telah dijatuhi sanksi disiplin
internal.
Meski kedua oknum telah meminta maaf dan memeluk korban, LBH Jakarta dan
Komisi III DPR mendesak proses etik dan pidana tetap berjalan.
Hotman Paris menutup sindirannya dengan tegas menyatakan bahwa "pelukan
seolah cinta damai" tidak boleh menggantikan keadilan bagi rakyat kecil.
Sumber:
suara
Foto: Hotman Paris Murka, Sebut Minta Maaf ke Penjual Es Tak Hapus Dosa
Aparat (instagram)
Hotman Paris Geram, Sebut Minta Maaf ke Penjual Es Tak Hapus Dosa Aparat
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar