Breaking News

Gabung Tentara Bayaran Rusia, Anggota Brimob Polda Aceh Dipecat, Ketahuan usai Kirim Foto-Video


Seorang personel Brimob Polda Aceh dengan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) bernama Muhammad Rio dipecat dari kesatuannya setelah terbukti melakukan desersi.

Desersi merupakan tindakan meninggalkan dinas militer atau kepolisian secara sengaja tanpa izin resmi, dengan niat untuk tidak kembali, dan seringkali menghindari kewajiban tugas lannya seperti perang.

Dikutip dari Serambinews.com, Muhammad Rio diduga melakukan desersi dengan bergabung ke tentara bayaran Rusia.

Pemecatan terhadap Muhammad Rio dilakukan melalui sidang in absentia atau tanpa kehadiran yang bersangkutan yang digelar oleh Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

Adapun Rio disebut telah melakukan desersi sejak 8 Desember 2025 dan diketahui berada di luar negeri.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto, menuturkan bahwa Rio disebut telah berada di wilayah konflik Rusia-Ukraina.

“Yang bersangkutan secara akumulasi telah tiga kali menjalani sidang, dengan putusan terakhir berupa PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat),” kata Joko, Sabtu (17/1/2026).

Ketahuan usai Kirim Foto, Video, dan Informasi Gaji

Joko mengatakan Rio diketahui bergabung ke tentara bayaran Rusia setelah mengirim foto dan video ke beberapa pihak seperti anggota Provos Satbrimob Polda Aceh, Kasi Yanma, serta PS Kasubbagrenim.

Selain itu, sambung Joko, Rio turut mengirimkan informasi gaji yang diterima sebagai tentara bayaran Rusia.

Kendati demikian, dia mengatakan pihaknya tetap melakukan pencarian terlebih dahulu ke kediaman orang tua Rio sebelum melakukan pemecatan.

Selain itu, Rio juga telah dikirim dua surat pemanggilan tertanggal 24 Desember 2025 dan 6 Januari 2026.

"Terkait dengan absennya yang bersangkutan dalam dinas, kami telah melakukan upaya pencarian dan pemanggilan," katanya.

"Bahkan, upaya tersebut telah dilaporkan ke Bidpropam sebelum Satbrimob Polda Aceh menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan Nomor: DPO/01/I/HUK.12.10/2026 tanggal 7 Januari 2026," sambung Joko.

Rio tercatat melakukan perjalanan melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangarang, Banten, dengan tujuan ke Shanghai, Tiongkok, pada 18 Desember 2025.

Setelah itu, Rio melanjutkan perjalanan ke Bandara Internasional Haikou Meilan, Tiongkok, sehari setelahnya.

Akibat perbuatannya ini, Bripda Rio dinyatakan terbukti melakukan pelanggaran Pasal n Pasal 13 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri juncto Pasal 4 huruf a dan e serta Pasal 5 Ayat (1) huruf a, b, dan c, serta Pasal 8 huruf c angka 1 Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Komisi Kode Etik Polri, dengan putusan sidang berupa sanksi Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH).

Di sisi lain Rio memang memiliki riwayat pelanggaran kode etik yang banyak.

Contohnya, dia pernah melakukan perselingkuhan dan pernikahan siri yang berujung disanksi demosi selama dua tahun dengan penempatan di Yanma Brimob.

Marinir TNI AL juga Ada yang Gabung ke Tentara Bayaran Rusia 

Pada pertengahan tahun 2025 lalu, seorang marinir TNI AL, Satria Arta Kumbara, juga memutuskan untuk menjadi tentara bayaran Rusia.

Adapun alasannya karena ingin mencari nafkah. Hal ini disampaikan Satria dalam sebuah video yang diunggah di akun TikTok @zstorm 689 pada 20 Juli 2025 lalu.

Dia berdalih apa yang dilakukannya bukan untuk mengkhianati bangsa Indonesia.

"Saya tidak pernah mengkhianati negara sama sekali, karena saya niatkan datang ke sini hanya untuk mencari nafkah. Wakafa billahi, dan cukuplah Allah menjadi saksi," katanya dalam video tersebut.

Namun, hal itu dibantah oleh Komandan Korps Marinir, Mayjen TNI (Mar) Endi Supandi.

Endi mengatakan alasan Satria keluar dari kesatuan dan bergabung ke tentara bayaran Rusia karena untuk melunasi utang akibat bermain judi online (judol).

Dia mengungkapkan utang Satria akibat bermain judol mencapai ratusan juta di beberapa bank.

Akibat utang yang menumpuk tersebut, kata Endi, Satira memutuskan untuk desersi atau meninggalkan tugas militer tanpa izin.

"Angkanya (utang Satria) kurang lebih di Rp750 juta, mungkin untuk menutup itu dia judi online, ternyata judi online ini kan tidak membantu, bahkan akan lebih terjerumus ke dalamnya, sehingga tidak bisa mengatasi itu dia," kata Endi di Markas Komando Marinir Cilandak, Jakarta Selatan, pada 24 Juli 2025, dikutip dari Kompas.com.

Endi mengungkapkan, setelah terlibat judol, Satria sempat tiga kali dipanggil oleh Korps Marinir TNI AL pada tahun 2022 lalu.

Bahkan, sambungnya, rumah Satria juga sampai didatangi oleh Korps Marinir TNI AL. Namun, hasilnya nihil.

Karena tidak pernah menghadiri pemanggilan, Satria pun dipecat sebagai prajurit TNI AL pada tahun 2023.

"Akhirnya naik status menjadi desersi, kemudian proses pemecatan, dan sudah dipecat di tahun 2023," tegasnya.

Endi mengungkapkan sebelum dipecat, pangkat terakhir yang diemban Satria adalah Sersan Satu atau Sertu.

Di sisi lain, setelah viral, Satria mengaku ingin kembali menjadi WNI dan meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto.

Sumber: tribunnews
Foto: Brigadir Polisi Dua (Bripda) Muhammad Rio/Net

Gabung Tentara Bayaran Rusia, Anggota Brimob Polda Aceh Dipecat, Ketahuan usai Kirim Foto-Video Gabung Tentara Bayaran Rusia, Anggota Brimob Polda Aceh Dipecat, Ketahuan usai Kirim Foto-Video Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar