Breaking News

Eks Wakapolri Oegroseno Soroti Materai Rp 100 Ijazah Jokowi, Dian Sandi: Tidak Memengaruhi Keabsahan


Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, menjawab keraguan eks Wakapolri Oegroseno terkait perbedaan penggunaan materai pada ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Dian Sandi menegaskan kepada Oegroseno bahwa perbedaan materai ijazah tersebut tidak memiliki implikasi hukum terhadap keabsahan ijazah Jokowi.

Oegroseno sempat menyoroti perbedaan materai pada ijazah Jokowi yang menggunakan materai Rp100 dibandingkan ijazah almarhum Bambang Rudy Harto, alumni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) lulusan 1985, yang menggunakan materai Rp500.

Hal tersebut Oegroseno sampaikan saat hadir sebagai saksi dalam sidang Citizen Lawsuit (CLS) di Pengadilan Negeri Surakarta, Selasa (13/1/2026).

Sidang CLS ini adalah bagian dari gugatan warga negara terhadap Jokowi, pihak UGM, dan Polri, terkait dugaan ketidakpastian keaslian ijazah Jokowi.

"Materainya juga beda. Tahun 1985 ada materai 100 dan 500, yang benar yang mana, penyidik harus jeli," kata Oegroseno.

Menanggapi pernyataan Oegroseno itu, Dian Sandi Utama mengakui bahwa Oegroseno bersikap tenang dan tidak terprovokasi saat memberikan keterangan sebagai saksi.

"Sebagai saksi Pak Oegroseno tidak terpancing," tulis Dian di akun X miliknya, @DianSandiU, Rabu (14/1/2026).

Dian menjelaskan bahwa perbedaan nominal materai ijazah Jokowi bukan persoalan substansial yang bisa menggugurkan keabsahan sebuah dokumen resmi.

Lebih lanjut, Dian menegaskan bahwa penggunaan materai dengan nilai berbeda pada masa itu merupakan hal yang lumrah.

"Adapun soal materai, ada yang 100 dan 500, memang begitu adanya," kata dia.

Menurut Dian, penentuan nominal materai sepenuhnya berada dalam ranah kebijakan institusi maupun fleksibilitas administrasi yang berlaku kala itu.

"Nominal materai tersebut adalah kebijakan institusi atau fleksibilitas administrasi," jelasnya.

Dian memastikan perbedaan materai pada masa itu tidak memiliki implikasi hukum terhadap keabsahan ijazah Jokowi.

"Sama sekali tidak memengaruhi keabsahannya," pungkasnya.

Ketua Angkatan Jokowi di UGM Skakmat Profesor UNJ soal Materai Warna Hijau di Ijazah
Beberapa waktu lalu, materai pada ijazah Jokowi juga diributkan oleh sosiolog hukum Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof. Ciek Julyati Hisyam.

Mustoha Iskandar, ketua angkatan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980 menjawab keraguan Ciek Julyati Hisyam terkait materai berwarna hijau pada ijazah Jokowi.

Mustoha menegaskan bahwa materai pada ijazah milik Jokowi memang benar berwarna hijau.

Ia menjelaskan bahwa lulusan Fakultas Kehutanan UGM yang seangkatan dengan Jokowi dapat dipastikan ijazahnya bermaterai hijau.

Hal tersebut sama dengan ijazah milik Mustoha dan teman satu angkatan Jokowi.

"Materainya warnanya hijau, bukan merah," kata Mustoha Iskandar, dikutip dari tayangan di kanal YouTube Official iNews, Sabtu (6/12/2025).

Mustoha menyebut bahwa UGM melakukan wisuda empat kali setiap tahunnya.

Menurut dia, seluruh angkatan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980, tidak ada yang wisuda pada Februari.

Ijazah bermaterai merah diperuntukkan bagi mahasiswa yang wisuda pada Februari.

"Jadi di Gadjah Mada itu ada empat kali wisuda. Ada Februari, Mei, Agustus, dan November. Angkatan 1980 nggak ada yang wisuda Februari, yang merah itu nggak ada," tegasnya.

Mustoha menegaskan bahwa mahasiswa Fakultas Kehutanan yang diwisuda bersamaan dengan Jokowi dipastikan ijazahnya bermaterai hijau.

Jokowi sendiri wisuda pada tanggal 5 November 1985.

"Jadi yang bareng wisuda Pak Jokowi itu hijau materainya, semuanya hijau," ucapnya.

"Kalau bilang merah berarti bukan angkatan 1980, apalagi sama-sama wisuda Pak Jokowi, itu bohong," imbuhnya.

Mustoha Iskandar mengaku siap memberikan kesaksian di pengadilan nanti.

Ia juga sudah berbicara dengan Jokowi agar tidak melakukan mediasi dengan tersangka Roy Suryo cs.

"Yang penting itu nanti di fakta persidangan kita beradu kekuatan alat bukti," katanya.

"Saya pun sudah berbicara dengan Pak Jokowi, enggak ada mediasi-mediasi. Kita maju terus di persidangan," sambungnya.

Sumber: tribunnews
Foto: MATERAI IJAZAH JOKOWI - Kolase foto mantan Wakapolri Oegroseno (kiri) dan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dian Sandi Utama. Kader PSI Dian Sandi Utama menjawab keraguan eks Wakapolri Oegroseno soal perbedaan penggunaan materai pada ijazah Jokowi/Tribunnews/Rahmat Nugraha/Reynas Abdila

Eks Wakapolri Oegroseno Soroti Materai Rp 100 Ijazah Jokowi, Dian Sandi: Tidak Memengaruhi Keabsahan Eks Wakapolri Oegroseno Soroti Materai Rp 100 Ijazah Jokowi, Dian Sandi: Tidak Memengaruhi Keabsahan Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar