Aktivis Sebut 538 Tewas dalam Demo Iran, Teheran Ancam Serang AS-Israel Jika Ikut Campur
Para aktivis mengatakan penindakan terhadap protes nasional di Iran telah menewaskan sedikitnya 538 orang dan lebih banyak lagi yang dikhawatirkan tewas. Sementara itu, Teheran mengancam akan menyerang Amerika Serikat (AS) dan Israel jika ikut campur dengan dalih melindungi para demonstran.
Lebih dari 10.600 orang lainnya telah ditahan selama dua minggu protes, menurut Human Rights Activists News Agency atau Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di AS. Menurut kantor berita tersebut, data mereka telah akurat. Kantor berita ini bergantung pada para aktivis di Iran yang melakukan pengecekan silang informasi.
Dengan internet yang mati di Iran dan saluran telepon yang terputus, mengukur demonstrasi dari luar negeri menjadi lebih sulit.
Pemerintah Iran belum memberikan angka korban jiwa secara keseluruhan terkait demonstrasi tersebut. Associated Press (AP) dalam laporannya hari Senin (12/1/2026) belum dapat secara independen menilai jumlah korban, mengingat internet dan panggilan telepon internasional sekarang diblokir di Iran.
Mereka yang berada di luar negeri khawatir pemadaman informasi tersebut mendorong kelompok garis keras di dalam dinas keamanan Iran untuk melancarkan penindakan berdarah. Para pengunjuk rasa membanjiri jalan-jalan di ibu kota negara dan kota terbesar kedua pada Minggu pagi.
Presiden AS Trump menawarkan dukungan kepada para pengunjuk rasa, dengan mengatakan di media sosial, "Iran sedang melihat kebebasan, mungkin seperti belum pernah terjadi sebelumnya. AS siap membantu!!!"
Trump dan tim keamanan nasionalnya telah mempertimbangkan berbagai kemungkinan respons terhadap Iran, termasuk serangan siber dan serangan langsung oleh AS atau Israel, menurut dua orang yang mengetahui diskusi internal Gedung Putih yang tidak berwenang untuk berkomentar secara terbuka dan berbicara dengan syarat anonim.
Gedung Putih, yang tidak segera menanggapi permintaan komentar, belum mengindikasikan telah membuat keputusan apa pun. Pengerahan militer AS yang besar dan berkelanjutan ke Karibia telah menciptakan faktor lain yang harus dipertimbangkan oleh Pentagon dan perencana keamanan nasional Trump.
Sebaliknya, ancaman untuk menyerang militer AS dan Israel muncul selama pidato parlemen pada hari Minggu dari Mohammad Baagher Qalibaf, ketua parlemen garis keras yang pernah mencalonkan diri sebagai presiden di masa lalu.
Dia secara langsung mengancam Israel, yang dia sebut sebagai "wilayah pendudukan", dan militer AS, kemungkinan dengan serangan pendahuluan (pre-emptive strike).
"Jika terjadi serangan terhadap Iran, baik wilayah pendudukan maupun semua pusat militer, pangkalan, dan kapal Amerika di wilayah tersebut akan menjadi target sah kami," kata Qalibaf. "Kami tidak menganggap diri kami terbatas pada reaksi setelah kejadian dan akan bertindak berdasarkan tanda-tanda ancaman objektif apa pun."
Para anggota parlemen bergegas ke podium di parlemen Iran, berteriak: "Matilah Amerika!"
Masih belum jelas seberapa serius Iran dalam melancarkan serangan, terutama setelah pertahanan udaranya hancur selama perang 12 hari pada bulan Juni melawan invasi Israel. Keputusan untuk berperang akan bergantung pada Pemimpin Tertinggi Iran yang berusia 86 tahun, Ayatollah Ali Khamenei.
Militer AS yang bermarkas di Timur Tengah mengatakan,"Kami bersiap dengan pasukan yang mencakup seluruh kemampuan tempur untuk membela pasukan kami, mitra dan sekutu kami, serta kepentingan AS."
Iran menargetkan pasukan AS di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada bulan Juni lalu, sementara Armada ke-5 Angkatan Laut AS yang berbasis di Timur Tengah ditempatkan di Kerajaan Bahrain.
Sementara itu, Israel "mengamati dengan saksama" situasi antara AS dan Iran, kata seorang pejabat Israel, yang berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang untuk berbicara kepada media. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio semalam tentang berbagai topik termasuk Iran, imbuh pejabat itu.
"Rakyat Israel, seluruh dunia, kagum akan kepahlawanan luar biasa warga Iran," kata Netanyahu, seorang tokoh garis keras terhadap Iran sejak lama.
Di Vatikan, Paus Leo XIV menyebut Iran sebagai tempat "di mana ketegangan yang berkelanjutan terus merenggut banyak nyawa."
"Saya berharap dan berdoa agar dialog dan perdamaian dapat dipupuk dengan sabar dalam mengejar kebaikan bersama seluruh masyarakat," katanya.
Video daring yang dikirim dari Iran, kemungkinan menggunakan pemancar satelit Starlink, diduga menunjukkan para demonstran berkumpul di lingkungan Punak di Teheran utara. Di sana, tampak pihak berwenang menutup jalan-jalan, dengan para pengunjuk rasa mengacungkan ponsel mereka yang menyala. Yang lain memukul-mukul logam sementara kembang api dinyalakan.
"Pola protes di ibu kota sebagian besar berbentuk pertemuan yang tersebar, berumur pendek, dan dinamis, sebuah pendekatan yang dibentuk sebagai respons terhadap kehadiran pasukan keamanan yang besar dan peningkatan tekanan di lapangan," kata Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia.
"Laporan diterima tentang drone pengintai yang terbang di atas dan pergerakan pasukan keamanan di sekitar lokasi protes, yang menunjukkan pemantauan dan kontrol keamanan yang berkelanjutan."
Di Mashhad, kota terbesar kedua di Iran yang terletak sekitar 725 kilometer (450 mil) timur laut Teheran, rekaman yang diduga menunjukkan para pengunjuk rasa berkonfrontasi dengan pasukan keamanan. Protes juga tampaknya terjadi di Kerman, 800 kilometer (500 mil) tenggara Teheran.
Televisi pemerintah Iran pada Minggu pagi menampilkan koresponden mereka di jalan-jalan di beberapa kota untuk menunjukkan area yang tenang dengan cap tanggal yang ditampilkan di layar. Teheran dan Mashhad tidak termasuk.
Retorika pemerintah juga meningkat pada hari Minggu. Ali Larijani, seorang pejabat keamanan tinggi, menuduh beberapa demonstran "membunuh orang atau membakar beberapa orang, yang sangat mirip dengan apa yang dilakukan ISIS," merujuk pada kelompok Islamic State dengan akronimnya.
Televisi pemerintah menayangkan pemakaman anggota pasukan keamanan yang tewas sambil melaporkan kejadian lain. Enam orang tewas di Kermanshah. Di provinsi Fars, kekerasan menewaskan 13 orang, dan tujuh anggota pasukan keamanan tewas di provinsi Khorasan Utara, imbuh siaran televisi tersebut. Tayangan itu juga menunjukkan sebuah truk pikap penuh mayat dalam kantong jenazah dan kemudian sebuah kamar mayat.
Bahkan Presiden reformis Iran, Masoud Pezeshkian, yang sebelumnya berusaha meredakan kemarahan sebelum demonstrasi pecah dalam beberapa hari terakhir, menunjukkan sikap yang lebih keras dalam sebuah wawancara yang ditayangkan Minggu.
"Masyarakat memiliki kekhawatiran, kita harus duduk bersama mereka dan jika itu adalah tugas kita, kita harus menyelesaikan kekhawatiran mereka," kata Pezeshkian. "Tetapi tugas yang lebih tinggi adalah tidak membiarkan sekelompok perusuh datang dan menghancurkan seluruh masyarakat."
Putra Mahkota Iran yang diasingkan, Reza Pahlavi, dalam pesan terbarunya meminta para demonstran untuk turun ke jalan pada hari Minggu.
Para demonstran telah meneriakkan dukungan untuk Shah dalam beberapa protes, tetapi tidak jelas apakah itu dukungan untuk Pahlavi sendiri atau keinginan untuk kembali ke masa sebelum Revolusi Islam 1979. Dukungan Pahlavi terhadap dan dari Israel telah menuai kritik di masa lalu, terutama setelah perang 12 hari.
Demonstrasi dimulai pada 28 Desember karena runtuhnya mata uang rial Iran, yang diperdagangkan dengan nilai lebih dari 1,4 juta terhadap USD1, karena ekonomi negara tersebut tertekan oleh sanksi internasional yang sebagian dikenakan karena program nuklirnya. Protes tersebut semakin intensif dan berkembang menjadi seruan yang secara langsung menantang teokrasi Iran.
Sumber: okezone
Foto: Para aktivis sebut sudah 538 orang tewas dalam penindakan pasukan Iran terhadap protes nasional. Sementara itu, Teheran ancam serang AS dan Israel jika ikut campur. Foto/via Iran International
Aktivis Sebut 538 Tewas dalam Demo Iran, Teheran Ancam Serang AS-Israel Jika Ikut Campur
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar