Breaking News

Venezuela Kerahkan Pasukan Besar-besaran Respons Armada AS di Karibia, Bakal Perang?


Pemerintah Venezuela telah mengumumkan mobilisasi besar-besaran untuk tentara sebagai reaksi langsung terhadap kehadiran kapal perang dan tentara dari Amerika Serikat di Laut Karibia.

Menteri Pertahanan Vladimir Padrino López mengatakan bahwa latihan militer yang melibatkan pasukan darat, laut, dan udara sudah dimulai.

Padrino López menyatakan bahwa tindakan ini merupakan perintah langsung dari Presiden Nicolás Maduro untuk meningkatkan komando, kendali, dan komunikasi demi menjaga kedaulatan negara.

"Ini adalah respons terhadap ancaman dari pihak imperialis yang muncul akibat kegiatan militer AS di area ini," jelasnya dalam sebuah pernyataan resmi.

Mobilisasi ini mencakup berbagai operasi seperti pengintaian darat, pengawasan udara, operasi radio, survei dengan drone, serta manuver di tepi pantai. Venezuela juga mengerahkan kapal perang dan drone untuk menjaga wilayah pantai Karibia.

Hingga tanggal 23 Oktober 2025, ada 10 kapal perang AS yang ada di sekitar Karibia, termasuk kapal perusak yang bisa meluncurkan rudal, kapal amfibi, dan kapal tanker.

Armada ini didukung oleh jet tempur F-35, drone MQ-9 Reaper, dan lebih dari 4.500 anggota marinir yang ditempatkan di Puerto Riko.

Washington mengatakan bahwa operasi ini bertujuan untuk melawan penyelundupan obat-obatan terlarang yang masuk ke Amerika Serikat. Namun, Caracas membantah pernyataan itu dan menuduh AS menggunakan alasan perang narkoba untuk menekan pemerintahan Maduro dan melakukan perubahan pemerintahan.

Maduro mengungkapkan bahwa Venezuela memiliki lebih dari 5.000 rudal anti-pesawat Igla-S yang dibuat oleh Rusia sebagai bagian dari strategi pertahanan negara.

"Kekuatan Igla-S sudah diketahui oleh semua angkatan bersenjata di seluruh dunia," katanya, sambil menekankan bahwa persediaan ini untuk menjaga perdamaian dan keamanan warga Venezuela.

Mobilisasi ini merupakan bagian dari Plan Independencia 200, sebuah strategi pertahanan yang menggabungkan angkatan bersenjata, milisi, dan polisi dalam satu sistem perlindungan nasional.

Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian Venezuela memiliki sekitar 123.000 anggota aktif, dengan klaim bahwa jumlah anggota milisi sukarela mencapai lebih dari delapan juta.

Presiden Kolombia Gustavo Petro juga menyuarakan kekhawatirannya, mengatakan bahwa jika AS melakukan aksi militer di kawasan ini dengan dalih perang narkoba, itu adalah invasi dan pelanggaran kedaulatan. Petro mengecam serangan AS terhadap kapal yang diduga membawa narkoba yang dilaporkan mengakibatkan sekitar 30 orang tewas.

Dengan meningkatnya pengerahan militer dari kedua pihak, situasi di Karibia sekarang berada dalam ketegangan baru yang mengingatkan kita pada dinamisasi Perang Dingin di zaman sekarang.

Sumber: jawapos
Foto: Militer Venezuela. (Jawapos.com)

Venezuela Kerahkan Pasukan Besar-besaran Respons Armada AS di Karibia, Bakal Perang? Venezuela Kerahkan Pasukan Besar-besaran Respons Armada AS di Karibia, Bakal Perang? Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar