Kronologi Lengkap Kematian Dosen Untag Semarang Dwinanda Linchia Levi: AKBP Basuki Pulang Larut Malam?
Kematian Dwinanda Linchia Levi (35), dosen muda Fakultas Hukum Untag Semarang, menyisakan serangkaian kejanggalan sejak ia ditemukan meninggal di sebuah kamar kostel di kawasan Telaga Bodas Raya, Gajahmungkur, Senin (17/11) pukul 05.30 WIB.
Berdasarkan catatan kepolisian, korban ditemukan dalam kondisi tanpa busana dan tergeletak di lantai kamar 210. Saksi pertama, AKBP Basuki (56), langsung melapor ke resepsionis dan kemudian ke Polsek Gajahmungkur serta tim Inafis.
Keterangan Kapolsek Gajahmungkur, AKP Nasoir, menyebut korban tidak berada sendirian pada malam kejadian. “Korban menginap dengan seorang laki-laki,” ujarnya. Identitas laki-laki itu belum diumumkan secara resmi.
Manajemen kostel menyebut aktivitas korban meningkat dua bulan terakhir. Dwinanda Linchia Levi tercatat beberapa kali menginap, meski bukan penghuni tetap.
Kejanggalan muncul dari kondisi terakhir korban. Sumber keluarga menyebut adanya darah di beberapa bagian tubuh. Sementara polisi dalam laporan awal menyatakan tak ada tanda kekerasan.
Riwayat kesehatan korban juga menjadi sorotan. Beberapa hari sebelum meninggal, Dwinanda Linchia Levi sempat berobat karena tekanan darah tinggi hingga 190 dan kadar gula mencapai 600. Pihak keluarga menilai tetap ada ketidaksesuaian antara kondisi medis tersebut dan temuan visual di TKP.
Polisi telah mengevakuasi jenazah dan mengumpulkan barang bukti. Namun hingga kini penyebab pasti kematian belum diumumkan. Proses menunggu hasil autopsi menjadi penentu lanjutan penyelidikan.
Kronologi Kejadian:
Minggu, 16 November 2025 – Malam Hari
Dwinanda Linchia Levi diketahui menginap di sebuah kamar kostel/hotel di Jalan Telaga Bodas Raya, Karangrejo, Gajahmungkur, Semarang.
Informasi awal menyebut Dwinanda Linchia Levi tidak sendirian. Ia diduga masuk kamar bersama AKBP Basuki.
Manajemen hotel mencatat aktivitas tamu berlangsung normal hingga larut malam.
Senin, 17 November 2025 – Sekitar Pukul 05.00–05.30 WIB
Petugas hotel menerima laporan dari seseorang yang diduga berada di sekitar kamar tersebut. Laporan berisi permintaan bantuan karena kondisi tamu dinilai tidak responsif.
Ketika staf hotel membuka kamar 210, Dwinanda Linchia Levi ditemukan tergeletak di lantai dalam kondisi terlentang tanpa busana.
Pihak hotel kemudian menghubungi Polsek Gajahmungkur dan petugas medis.
Pemeriksaan Awal di TKP
Tim kepolisian bersama Inafis memeriksa kondisi kamar dan tubuh korban.
Dari pemeriksaan luar, polisi menyebut tidak ada tanda kekerasan, kecuali bekas jarum infus di lengan korban.
Identitas AKBP Basuki yang diduga bersama korban belum diumumkan saat itu, namun polisi menyatakan ada seorang saksi laki-laki yang sudah diperiksa.
Senin Siang – Evakuasi dan Rujukan Autopsi
Jenazah Dwinanda Linchia Levi dibawa ke RSUP Dr Kariadi Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Keluarga meminta autopsi penuh, karena temuan dari foto kondisi jenazah yang mereka lihat disebut tidak sesuai dengan kesimpulan awal polisi.
Selasa, 18 November 2025 – Pemeriksaan Lanjutan
Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena menegaskan autopsi tetap dilakukan untuk memastikan penyebab kematian.
Ia mengonfirmasi adanya saksi kunci yang sedang didalami keterangannya, namun tidak merinci hubungan saksi dengan korban. Belakangan diketahui saksi itu bernama AKBP Basuki.
Autopsi dijadwalkan menunggu tim dokter forensik selesai menyiapkan analisis lengkap.
Hingga Saat Ini:
Penyebab pasti kematian Dwinanda Linchia Levi masih menunggu hasil autopsi.
Polisi belum membeberkan detail hubungan antara korban dan AKBP Basuki. Kasus ini masih dalam penyelidikan Reskrim Polrestabes Semarang.
Sumber: jawapos
Foto: Dwinanda Linchia Levi
Kronologi Lengkap Kematian Dosen Untag Semarang Dwinanda Linchia Levi: AKBP Basuki Pulang Larut Malam?
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar