Astronom Deteksi Sinyal Radio Pertama dari Komet Antar Bintang 3I/ATLAS, Alien?
Para astronom baru saja mendeteksi sinyal radio pertama yang berasal dari
komet antar bintang 3I/ATLAS, tepat ketika benda langit itu melintasi
separuh perjalanannya menembus tata surya. Penemuan ini mungkin terdengar
seperti bukti bahwa komet tersebut berasal dari peradaban alien, tapi
kenyataannya justru sebaliknya.
3I/ATLAS merupakan objek antar bintang (interstellar object/ISO) ketiga yang
pernah melintas di sekitar Bumi. Komet ini pertama kali terlihat pada awal
Juli lalu, melaju ke arah Matahari dengan kecepatan lebih dari 210.000
kilometer per jam, meski belakangan ditemukan bahwa pengamatannya sudah
terekam sejak Mei.
Sebagian besar ilmuwan sepakat bahwa 3I/ATLAS memang sebuah komet alami,
kemungkinan besar yang tertua yang pernah terdeteksi. Ia diyakini berasal
dari sistem bintang asing di pinggiran galaksi Bima Sakti, dan telah
terlempar ke luar sekitar 7 miliar tahun lalu.
Meski begitu, sekelompok kecil peneliti yang dipimpin oleh astrofisikawan
Harvard sekaligus pemburu alien ternama, Avi Loeb, berspekulasi bahwa komet
itu sebenarnya pesawat luar angkasa buatan makhluk cerdas. Teori tanpa bukti
itu pun menyebar luas, menimbulkan berbagai cerita sensasional yang justru
mengaburkan riset ilmiah sebenarnya. Fenomena serupa juga pernah terjadi
pada ISO pertama yang ditemukan, Oumuamua, yang juga sempat diklaim Loeb
sebagai kapal induk alien.
Maka ketika para astronom di teleskop radio MeerKAT, Afrika Selatan,
mengumumkan deteksi sinyal radio dari 3I/ATLAS, para pendukung teori Loeb
pun sontak bersemangat. Mereka berharap temuan ini akan menjadi bukti adanya
transmisi alien tersembunyi, apalagi sinyal itu muncul bertepatan dengan
momen perihelion, titik terdekat komet ke Matahari, pada 29 Oktober lalu.
👽🌌 A Mysterious Visitor from Space: 3I ATLAS – Under Alien Control? pic.twitter.com/dQ0XQEIvLJ
— World News X (@WorldNews_X_) November 12, 2025
Sayangnya, bagi para pemburu UFO, sinyal itu bukan berasal dari teknologi
alien. Menurut analisis ilmiah, pancaran tersebut disebabkan oleh penyerapan
gelombang radio pada panjang gelombang tertentu yang berkaitan dengan
keberadaan radikal hidroksil (OH) di komanya, lapisan gas yang menyelimuti
inti komet.
Radikal hidroksil ini terbentuk dari pemecahan molekul air yang terlepas
dari inti komet melalui proses alami bernama outgassing, yakni sebuah tanda
klasik dari aktivitas komet yang sehat, sebagaimana dijelaskan dalam studi
tahun 2016.
Ini juga bukan pertama kalinya air terdeteksi di 3I/ATLAS. Pada awal Oktober
lalu, ilmuwan NASA bahkan menemukan bahwa komet itu memuntahkan air seperti
selang pemadam. Kini, pengamatan terbaru menunjukkan bahwa air tersebut
kemudian terurai akibat radiasi Matahari, seperti yang memang biasa terjadi
saat perihelion.
Avi Loeb sendiri mengakui adanya deteksi radikal hidroksil tersebut lewat
unggahan di blog pribadinya yang diikuti lebih dari 100 ribu pembaca. Namun,
ia tidak menjelaskan apakah temuan itu menandakan aktivitas komet alami atau
sesuatu yang lain.
Japan released this image of 3i Atlas, meanwhile NASA has been extremely quiet about it. It’s said that it’s because of government fusing issues due to the shutdown, but I’m not buying that. 🤔pic.twitter.com/n7xe8R7AGH
— AlphaFox (@alphafox) November 12, 2025
Adapun sinyal radio pertama kali terdeteksi pada 24 Oktober 2025, tak lama
setelah 3I/ATLAS sempat menghilang di balik Matahari selama perihelion. Saat
itu, komet juga menunjukkan perubahan warna dan peningkatan kecerahan secara
tiba-tiba. Setelah kembali muncul awal November, ia tampak seolah kehilangan
ekornya meski kemudian terbukti hanya efek optik semata.
Menariknya, 3I/ATLAS memang memiliki sejumlah sifat aneh yang sempat memicu
teori konspirasi, seperti permukaan yang sangat terpapar radiasi, kandungan
karbon dioksida berlebih, hingga “anti-ekor” misterius. Namun, seluruh
fenomena tersebut telah dijelaskan secara ilmiah dan dipastikan alami oleh
komunitas astronom internasional.
Bahkan, teori lain yang sempat menghebohkan baru-baru ini soal objek antar
bintang yang mendekati Bumi pada 11 November 2025 juga terbantahkan.
Beberapa rumor menyebut benda itu mungkin “probe” kiriman 3I/ATLAS, tapi
klaim itu langsung ditepis, termasuk oleh Loeb sendiri. Objek yang dimaksud,
C/2025 V1 (Borisov), ternyata hanyalah komet biasa dari tata surya kita.
Sementara itu, laporan lain yang mengutip perhitungan Loeb tentang
percepatan non-gravitasi 3I/ATLAS sempat menyebut komet itu mungkin meledak
akibat kehilangan massa berlebihan. Tapi pengamatan terbaru kembali
memastikan, tidak ada ledakan apa pun, dan 3I/ATLAS tetap melanjutkan
perjalanannya dengan tenang.
Sumber:
kumparan
Foto: Ilustrasi Comet 3I/ATLAS/Net
Astronom Deteksi Sinyal Radio Pertama dari Komet Antar Bintang 3I/ATLAS, Alien?
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar