Yakin Bjorka Sudah Ditangkap? 5 Kejanggalan di Balik Penangkapan 'Hacker' Lulusan SMK
Kepolisian Republik Indonesia boleh saja mengklaim telah berhasil menangkap
*hacker* legendaris Bjorka. Namun, serangkaian fakta dirasa janggal yang
terungkap dari profil sang terduga pelaku justru memicu skeptisisme yang
lebih besar di kalangan publik: yakin ini Bjorka yang asli?
Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya menangkap seorang pemuda
berinisial WFT (22) di Minahasa, Sulawesi Utara. Ia dituduh sebagai dalang
di balik nama @bjorkanesiaa yang membocorkan data nasabah bank. Namun,
narasi yang dibangun oleh polisi dinilai banyak pihak terlalu sempurna dan
menyisakan banyak pertanyaan.
Berikut adalah 5 kejanggalan utama yang membuat publik meragukan bahwa WFT
adalah Bjorka "legendaris" yang pernah mengguncang Istana.
1. Lulusan SMK vs. Kemampuan 'Dewa'
Polisi menyebut WFT adalah seorang pemuda yang tidak lulus SMK dan belajar
meretas secara otodidak. Profil ini sangat kontras dengan citra Bjorka
"asli" yang pada tahun 2022-2023 menunjukkan kemampuan peretasan tingkat
tinggi, mampu menembus sistem keamanan data kepresidenan dan BIN yang
seharusnya sangat ketat. "Masa iya sistem keamanan negara bisa dijebol sama
anak yang belajar dari YouTube? menjadi sentimen umum di media sosial.
2. 'Getarkan Istana' vs. 'Cuma Mau Memeras'
Bjorka yang asli memiliki motif yang jelas: aktivisme politik. Ia
membocorkan data pejabat sebagai bentuk protes terhadap kebijakan
pemerintah, seperti kenaikan harga BBM. Ia membangun citra sebagai "Robin
Hood" digital.
Sebaliknya, motif WFT menurut polisi sangat "receh" yakni murni ekonomi.
"Motifnya adalah untuk memeras pihak bank," ujar AKBP Herman Edco. Perbedaan
motif yang fundamental ini membuat banyak orang yakin keduanya adalah dua
entitas yang berbeda.
3. Retas Data Presiden vs. Retas Data Bank Swasta
Skala permainan keduanya juga sangat berbeda. Bjorka yang asli bermain di
level tertinggi dengan menargetkan data surat-menyurat Presiden, data KPU,
dan data intelijen negara. Sementara itu, WFT "hanya" menargetkan data
nasabah sebuah bank swasta. Meskipun sama-sama kejahatan serius, level dan
target serangannya sangat berbeda jauh.
4. Anak Yatim Piatu vs. Sosok Misterius
Polisi menggambarkan WFT sebagai anak tunggal yatim piatu yang hidup
sederhana dan meretas untuk menyambung hidup. Narasi ini, bagi sebagian
pihak, terasa seperti sebuah upaya untuk membangun citra "penjahat yang
terpaksa" agar lebih mudah diterima publik, sekaligus menutup buku kasus
Bjorka dengan cepat.
Profil ini sangat berbeda dengan citra Bjorka asli yang sangat misterius,
cerdas dalam berbahasa Inggris, dan diduga merupakan bagian dari sindikat
internasional.
5. Kejanggalan terbesar justru datang dari keraguan pihak kepolisian
sendiri. Meskipun telah menangkap dan menetapkan WFT sebagai tersangka di
balik akun @bjorkanesiaa, polisi hingga kini belum berani memastikan 100%
bahwa WFT adalah sosok yang sama dengan Bjorka yang viral pada 2022-2023.
"Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikannya," ujar AKBP Reonald
Simanjuntak.
Keraguan dari aparat inilah yang menjadi bahan bakar utama bagi skeptisisme
publik, yang menduga bahwa WFT mungkin hanyalah "ikan teri" atau bahkan
kambing hitam, sementara Bjorka yang asli masih tertawa di luar sana.
Sumber:
suara
Foto: Tangkapan video unggahan yang diduga Bjorka viral di media sosial
TikTok.
Yakin Bjorka Sudah Ditangkap? 5 Kejanggalan di Balik Penangkapan 'Hacker' Lulusan SMK
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar