Terungkap Kronologi Briptu Rizka Bunuh Suaminya Brigadir Esco, Motifnya Soal Duit Rp 390 Juta?
Akhirnya terungkap kronologi Briptu Rizka habisi suaminya Brigadir Esco.
Sempat beredar kabar bahwa motif pembunuhan Brigadir Esco dipicu soal uang.
Keduanya bahkan sempat bertengkar hingga membahas soal utang pinjaman di bank.
Menurut pengakuan Acim, kakek Brigadir Esco. Ia menyebut, satu minggu sebelum peristiwa maut itu, Briptu Rizka melakukan panggilan telepon ke sebuah bank.
Isi percakapan itulah yang kini menambah kecurigaan keluarga.
“Kita dapat info dari kuasa hukum,” kata Acim.
Menurutnya, Rizka menanyakan secara spesifik tentang aturan pinjaman apabila peminjam meninggal dunia.
“Satu minggu sebelum kejadian kita dapat info bahwa Bu Rizka nelepon ke bank, suami kita meninggal apa hutang lunas?” ungkapnya.
Jawaban pihak bank ternyata membuat bulu kuduk berdiri. Berdasarkan aturan, jika peminjam uang meninggal dunia, maka pinjaman dianggap lunas.
“Di situlah jawabannya adalah lunas,” lanjut Acim.
Meski tidak mengetahui pasti jumlah utang Esco, keluarga menyebut nilainya cukup besar.
“Gak tahu. Kita lihat Rp 390-an (juta),” kata Acim.
Fakta inilah yang membuat keluarga semakin menaruh curiga terhadap Rizka.
“Iya (mencurigai),” tegasnya.
Kronologi Briptu Rizka Habisi Brigadir Esco
Polres Lombok Barat mengungkap hasil penyidikan kasus kematian anggota Polsek Sekotong Brigadir Esco Fasca Rely.
Esco, awalnya sempat cekcok dengan istrinya Brigadir Rizka -yang ditetapkan sebagai tersangka utama, sebelum peristiwa penganiayaan yang berakhir dengan hilangnya nyawa Esco.
Wakapolres Lombok Barat Kompol I Kadek Metria menjelaskan bahwa keduanya sempat bersitegang.
"Diduga dipicu perselisihan berlatar ekonomi antara pelaku dan korban," jelasnya dalam konferensi pers, Kamis (16/10/2025).
Pertengkaran keduanya pada Selasa (19/8/2025) malam berujung pada tindak kekerasan.
Dalam reka ulang adegan sebelumnya, Rizka memperagakan adegan pemukulan yang mengarah ke kepala belakang Esco.
"Berujung kekerasan yang mengakibatkan korban mengalami luka serius dan meninggal," ucap Kadek.
Tak hanya itu, keduanya sempat berkelahi sehingga Esco juga mengalami luka akibat benda tajam.
Barang bukti gunting yang diduga digunakan untuk melukai Esco sudah disita.
Barang Bukti Masih Dicari
Kasatreskrim Polres Lombok Barat AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata menjelaskan bahwa penyebab korban meninggal karena benturan benda tumpul di belakang kepala.
Meski demikian, barang bukti benda tumpul yang digunakan untuk memukul kepala belakang Esco belum ditemukan.
"Satu sudah kami sita, sajam dan satu lagi masih kita cari," jelas Eka.
Setelah Esco tidak sadarkan diri, tubuhnya kemudian dibawa ke kebun di belakang rumah.
Selanjutnya di bagian leher dikaitkan seutas tali nilon warna biru untuk mengesankan bahwa korban seolah-olah bunuh diri.
Sejumlah pihak yang turut serta dalam rangkaian kejadian ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Antara lain Amaq Saiun, Nuraini, Dani, dan Paozi yang merupakan orang dekat Rizka.
"Turut serta melakukan kejahatan dan dikaitkan dengan sengaja membantu RS, dan sengaja menyembunyikan orang yang sudah melaksanakan kejahatan," terang Eka.
Lima tersangka ini dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan atau pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal pidana mati atau seumur hidup atau paling lama 15 tahun penjara.
Brigadir Esco ditemukan tewas di kebun belakang rumahnya Dusun Nyiur Lembang Dalem, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat, Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 11.30 WITA dengan kondisi leher terikat tali.
Siasat Licik Keluarga Briptu Rizka
Keluarga Briptu Rizka bersekongkol menghabisi nyawa Brigadir Esco, kondisi jasad ditemukan dalam kondisi terikat dan wajahnya tak bisa dikenali.
Diketahui, Brigadir Esco Faska Rely ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kebun belakang rumahnya, Minggu (24/8/2025).
Jasadnya ditemukan dalam keadaan terikat, membengkak, dan wajah hampir tidak bisa dikenali.
Sosok yang pertama kali menemukan jasad Brigadir Esco adalah H saiun, mertuanya sendiri.
Saat dimintai keterangan, Saiun mengungkapkan saat itu dirinya tengah mencari ayam miliknya yang hilang.
"Saya yang pertama kali menemukannya, saat saya sedang cari ayam saya yang hilang, saya kaget ada tali, saya pikir itu anjing yang tergantung, setelah didekati ternyata mayat," katanya.
Saiun menjelaskan, posisi korban yang terikat tali tidak menjulur dari atas ke bawah, namun dari samping dengan posisi tergantung di pohon yang terbilang kecil.
Saiun juga menyebut bahwa selama ini menantunya dikenal sebagai sosok yang baik, tidak memiliki masalah dengan masyarakat ataupun keluarganya.
Setelah jasad dievakuasi, giliran Briptu Rizka membuat drama.
Ia sempat beberapa kali pingsan ketika warga menemukan suaminya tewas mengenaskan dengan kondisi yang tidak wajar dan nyaris tak dikenali.
Awalnya tidak ada kecurigaan warga sedikitpun kepada sang istri. Apalagi kondisi Rizka ketika suaminya ditemukan hanya menangis histeris dan beberapa kali terlihat pingsan.
Namun kejanggalan ini sangat dirasakan oleh ayah Brigadir Esco yakni Samsul Herawandi. Ia merasa ada yang ganjil dengan kematian anaknya itu.
Tak heran ia mendesak pihak kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan.
Walaupun sempat memakan waktu, akhirnya Polisi menetapkan sang istri menjadi tesangka Kematian Brigadir Esco.
Tak cuma Briptu Rizka, polisi juga menetapkan empat tersangka lainnya, berinisial S, P, D, dan N.
Penetapan empat tersangka baru ini dilakukan setelah Polres Lombok Barat melaksanakan gelar perkara, Rabu (15/10/2025).
Dari empat tersangka, tiga di antaranya laki-laki dan juga satu orang perempuan.
Mereka adalah orang tua dan adik Briptu Rizka, serta satu warga.
Sumber; tribunnews
Foto: BRIPTU RIZKA – Kolase gambar memperlihatkan Brigadir Esco Faska Rely bersama sang istri Briptu Rizka Sintiani (kanan) dan Briptu Rizka Sintiani saat sedang bertugas (kiri). Terungkap kronologi Briptu Rizka habisi suaminya Brigadir Esco yang sangat tragis, sempat cekcok soal ekonomi, Jumat (17/10/2025)/Facebook Briptu Rizka
Terungkap Kronologi Briptu Rizka Bunuh Suaminya Brigadir Esco, Motifnya Soal Duit Rp 390 Juta?
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar