Jadi Calon Guru, Fury Setya Sentil Sri Mulyani: Semoga Gak Jadi Beban Negara
Furry Setya mengabarkan telah menyelesaikan kuliahnya di Universitas PGRI
Semarang.
Aktor berusia 42 tahun tersebut memilih jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia.
Skripsi Furry Setya berjudul "Estetika Fragmentaris dan Bahasa Liris dalam
Puisi-puisi Apito Lahire."
"Alhamdulillah selesai. Deg-degan. Tadinya nggak pede, sekarang S. Pd," ujar
Furry Setya dalam video unggahannya di Instagram pada Rabu, 20 Agustus 2025.
Melalui unggahannya tersebut, Furry Setya sekaligus menyentil Menteri
Keuangan Sri Mulyani terkait pernyataan tentang profesi guru.
Furry Setya dengan gelar Sarjana Pendidikan atau S. Pd di belakang namanya
berharap menjadi guru yang tidak membebani negara.
Bahkan Furry Setya terang-terangan menandai akun Instagram Sri Mulyani.
"Alhamdulillah. Jika pada akhirnya saya nantinya menjadi Guru, semoga
pilihan itu tidak menjadikan saya sebagai beban negara ya bu @smindrawati,"
tulis Furry Setya sebagai caption.
Selain mengucapkan selamat untuk Furry Setya, warganet pun ikut menyentil
Sri Mulyani yang menyebut guru sebagai beban negara.
"Beban negara tambah lagi bu Sri," komentar akun @dejavu_travel***.
"Selamat datang di grup beban negara mas," sahut akun @albertusbiant***.
"Guru: digugu lan ditiru. Lah menteri? Apa?" sindir akun @arifriyadi***.
"Guru digaji rendah demi mencerdaskan generasi muda. Sementara para Pejabat
digaji tinggi hanya untuk membuat rakyat Indonesia semakin menderita,"
timpal akun @kitcat.b***.
Furry Setya juga dipuji karena mengejar pendidikannya setelah resmi bercerai
dari Dwinda Ratna pada 2024.
"Flexing pendidikan adalah hal yang keren!" puji akun @sgitrm***.
"Perjuangan dia bener-bener luar biasa dan hebat, di saat kebanyakan
laki-laki patah hati lalu memutuskan untuk bundir tapi dia tetap semangat
untuk memperbaiki karier," balas akun @al.ghifari***.
Di sisi lain, Sri Mulyani telah membantah pernah menyatakan bahwa guru
adalah beban negara.
"Potongan video yang beredar yang menampilkan seolah-olah saya menyatakan
guru sebagai beban negara adalak HOAX," tulis Sri Mulyani pada Selasa, 19
Agustus 2025.
"Faktanya, saya tidak pernah menyatakan bahwa Guru sebagai Beban Negara,"
tegasnya.
Menurut Sri Mulyani, video yang beredar merupakan konten yang dimanipulasi
menggunakan AI atau biasa disebut deepfake.
"Video tersebut adalah hasil deepfake dan potongan tidak utuh dari pidato
saya dalam Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di ITB
pada 7 Agustus lalu. Marilah kita bijak dalam bermedia sosial," tutupnya.
Sayangnya video Sri Mulyani menyatakan guru adalah beban negara terlanjur
dipercaya masyarakat Indonesia.
Sri Mulyani pun masih mengunci kolom komentar unggahan-unggahannya di
Instagram pasca memberikan klarifikasi.
Sebagai informasi, Furry Setya Raharja merupakan aktor kelahiran Semarang,
Jawa Tengah, yang dikenal atas perannya sebagai Mas Pur.
Diketahui dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Furry Setya
pernah kuliah di IKIP PGRI Semarang pada 2001.
IKIP PGRI Semarang kemudian berganti nama menjadi Universitas PGRI Semarang.
Di kampus yang sama, Furry Setya melanjutkan kuliahnya di jurusan Pendidikan
Bahasa Dan Sastra Indonesia pada 2022 melalui jalur RPL Transfer SKS.
Sedangkan karier Furry Setya di dunia hiburan Tanah Air bermula dari grup
musik grup musik D'Ketans yang mengikuti Audisi Pelawak TPI musim keempat
pada 2007.
Meski hanya sampai babak enam besar, Furry Setya lanjut berkarier sebagai
aktor dengan debut di sinetron "Bajaj Gaul".
Dari enam sinetron dan tiga FTV yang dibintanginya, Furry Setya lekat dengan
karakter Purnomo di "Tukang Ojek Pengkolan".
Pada 2025, Furry Setya dipercaya menjadi aktor layar lebar dengan
membintangi film Cocote Tonggo dan Rabi Jiwo.
Lantas akankah Furry Setya malah banting setir menjadi seorang guru setelah
wisuda? Kita nantikan saja kabar selanjutnya dari Furry ya!
Sumber:
suara
Foto: Furry Setya Lulus Kuliah Pendidikan (Instagram/@furrysetya)
Jadi Calon Guru, Fury Setya Sentil Sri Mulyani: Semoga Gak Jadi Beban Negara
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar