Fahri Hamzah Usul Pajak Rumah Tapak Dinaikkan, Amarah Publik Meledak: Bapak Pindah Kuburan Aja!
Wacana kontroversial dilontarkan oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan
Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, yang memantik reaksi keras dari publik.
Politisi yang kini menjabat sebagai Wamen PKP itu mengusulkan pengenaan
pajak tinggi untuk rumah tapak yang berada di kawasan perkotaan.
Gagasan tersebut ia sampaikan sebagai salah satu cara untuk mengatasi
kelangkaan lahan dan mendorong masyarakat beralih ke hunian vertikal.
Menurutnya, di wilayah perkotaan sudah tidak tersedia lagi lahan untuk
membangun rumah tapak baru, sehingga pembangunan vertikal menjadi solusi
mutlak untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal.
"Misalnya nanti yang bikin rumah landed, pajaknya dinaikin aja, sampai dia
nggak bisa tinggal di landed. Pasti dia akan tinggal di rumah susun," ujar
Fahri Hamzah belum lama ini.
Fahri Hamzah ungkap rencana bangun rumah susun sepanjang Sungai Musi
Palembang
Fahri Hamzah yang merupakan mantan aktivis reformasi '98 juga menjelaskan
bahwa tujuan utamanya adalah mengonsolidasikan lahan-lahan strategis di
tengah kota untuk pembangunan hunian vertikal yang terjangkau.
Pria kelahiran Nusa Tenggara Barat, 10 November 1971 ini menyebut bahwa
tanah milik negara, BUMN, hingga pemerintah daerah harus dimanfaatkan untuk
program tersebut, yang ia klaim sebagai praktik terbaik di seluruh dunia.
"Di tengah kota, negara menggunakan tanah-tanah yang segera bisa diakses
untuk membangun hunian vertikal. Itu adalah best practice di seluruh dunia,"
tegas Fahri Hamzah juga dalam wawancaranya.
Namun, alih-alih disambut baik, usulan tersebut justru menuai badai kritik
dan hujatan dari warganet di berbagai platform media sosial.
Banyak yang menilai kebijakan ini tidak berpihak pada rakyat kecil dan hanya
akan menambah beban hidup yang sudah berat.
Komentar bernada sarkasme dan kemarahan membanjiri unggahan berita mengenai
usulan Fahri Hamzah. Salah satu komentar paling pedas datang dari seorang
pengguna Instagram.
"Bapak aja pindah pak, ke tanah kuburan," tulis akun @heycha07.
Seruan yang lebih serius datang dari warganet lain yang mengajak masyarakat
untuk tidak tinggal diam dan menyuarakan penolakan secara massal.
"Kita sebagai rakyat, apakah kita cuma bisa diam aja melihat kebijakan
pemerintah ini. Yuk bersatu untuk demo besar-besaran di seluruh kota
Indonesia," ujar pengguna dengan akun @chandra182121.
Kritik lain yang lebih terstruktur menyarankan agar kebijakan tersebut diuji
coba terlebih dahulu kepada para pejabat negara sebelum diterapkan kepada
masyarakat luas.
"Sebagai uji coba, silakan di-inventaris dulu rumah para pejabat dan
keluarganya, kemudian terapkan sistem pajak baru untuk rumah tapak tanah
mereka. Jika mereka keberatan dengan pajaknya, minta pejabat dan keluarganya
untuk pindah ke apartemen," tulis akun @deiswasti.
Sumber:
suara
Foto: Fahri Hamzah Usul Pajak Rumah Tapak Dinaikkan, Amarah Publik Meledak.
(Suara.com/Ria Rizki).
Fahri Hamzah Usul Pajak Rumah Tapak Dinaikkan, Amarah Publik Meledak: Bapak Pindah Kuburan Aja!
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:

