Breaking News

HNW: Jas Hijau, Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama


Tanggal 3 April 1950 dinilai sebagai hari penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Di tanggal tersebut pentolan Partai Masyumi M. Natsir mengajukan mosi integrasi kembali kepada NKRI dalam sidang DPR Republik Indonesia Serikat (RIS).

Politikus senior PKS, Hidayat Nur Wahid mengungkapkan perjuangan Natsir bagi kedaulatan NKRI tersebut sangat besar. Dia menganggap Natsir merupakan ulama sekaligus politikus yang memperjuangkan kepentingan bangsa.

“Hari ini 3 April 2024. Dulu pada 3 April 1950, M Natsir, Ketua F Masyumi di DPR RIS, ajukan Mosi Integral, kembalikan RI jadi NKRI lagi, sebelumnya Belanda melalui KIB mengubah RI jadi RIS. Ingat NKRI Harga Mati, ingat Mosi Integral Natsir. #JasMerah Yes, #JasHijau juga Yes!!” tulis HNW akrab disapa dalam akun media X pribadinya, Rabu (3/4).

HNW menyebutkan istilah Jas Merah. Istilah ini populer karena dilontarkan oleh Sang Proklamator RI Bung Karno. Jas Merah merupakan singkatan ‘jangan sekali-kali melupakan sejarah’.

Selain Jas Merah, Wakil Ketua MPR RI itu juga melontarkan istilah Jas Hijau. Netizen pun kemudian bertanya-tanya, singkatan dari Jas Hijau.

“JAS MERAH” ; Jangan Sekali-kali Melupakan/Menghilangkan Sejarah. “JAS HIJAU” ; Jangan Sekali-kali mengHilangkan Jasa Ulama/Umat/Umara,” tulis HNW menambahkan.

Alhasil netizen baik yang pro maupun kontra ramai mengomentari postingan mantan Presiden PKS tersebut. 

Sumber: rmol
Foto: Politikus senior PKS, Hidayat Nur Wahid/RMOL
HNW: Jas Hijau, Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama HNW: Jas Hijau, Jangan Sekali-kali Hilangkan Jasa Ulama Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar