Pengamat Ini Beberkan Jokowi Sedang Bermusuhan dengan PDIP Nasdem dan Demokrat
Pengamat politik Muslim Arbi membeberkan tiga partai besar PDIP, Nasdem dan Demokrat sedang bermusuhan dengan Jokowi.
Menurut Muslim, tiga partai besar PDIP, Demokrat dan Nasdem diperlakukan seperti anak kecil yang harus patuh pada Joko Widodo (Jokowi).
Padahal pada prinsipnya ketiga partai besar itu bisa saja memakzulkan Jokowi.
PDIP, Nasdem, dan Demokrat bisa menggalang inisiasi pemakzulan terhadap Presiden Joko Widodo.
Muslim Arbi mengatakan, setelah hampir sepuluh tahun Nasdem yang dipimpin Surya Paloh mengawal Jokowi sebagai presiden, kini terlibat perang terbuka di antara keduanya.
“Kader-kader Nasdem satu persatu diobok-obok dengan dalih korupsi dan hukum,” kata Muslim yang juga Direktur Gerakan Perubahan ini, Minggu (9/7).
Sama halnya dengan Demokrat. Seperti diketahui, kata dia, Partai Demokrat juga mau diambil alih orang Istana, dalam hal ini Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko, lewat pengadilan.
“Itu tindakan melanggar UU. Jokowi juga membiarkan Moeldoko berusaha merebut Demokrat tanpa alasan jelas,” katanya.
“Meski pada 16 sidang selalu kalah, tetapi anak Kediri itu mencoba peruntungan melalui PK di MA,” katanya lagi.
Saat ini, sambung Muslim, publik menyaksikan sedang terjadi perang politik antara Jokowi dengan Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri, secara terang-terangan dan terbuka.
“PDIP dan Megawati telah mencapreskan Ganjar, tetapi Jokowi malah mendukung Prabowo sepenuh hati,” katanya.
Diakui Muslim, banyak pihak menilai bahwa perkelahian Jokowi dengan Megawati hanya sandiwara. Namun tak sedikit pula yang menganggap bahwa konflik itu memang benar terjadi.
“Kalau konflik itu benar, maka Jokowi memang berusaha semaksimal mungkin dengan istilah cawe-cawenya, berusaha menggolkan Prabowo sebagai Capres dan menjadikannya sebagai presiden,” jelas Muslim.
Artinya, Jokowi memang benar-benar mau menghabisi PDIP dan Megawati.
Tapi jika ternyata hanya sandiwara, berarti Jokowi dan Megawati sengaja hendak menguasai peta perpolitikan dan berusaha menggugurkan pencapresan Anies Baswedan yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
“Sandiwara PDIP dan Megawati itu dibaca publik, seperti saat Ganjar seolah dibenci, tapi akhirnya dicapreskan,” jelasnya.
“Jadi, publik menganggap dimusuhinya Ganjar sebelum dicapreskan hanya sandiwara belaka,” urai Muslim.
Dari beberapa peristiwa itu, kata dia, Jokowi terlihat memperlakukan ketiga partai besar (PDI Perjuangan, Nasdem dan Demokrat), seperti anak kecil yang harus mematuhinya.
“Padahal PDIP dan Nasdem yang membesarkan dan mengawal Jokowi hingga bertahan sampai dua periode,” katanya.
Padahal, bila PDIP, Nasdem, dan Demokrat, menggalang inisiasi pemakzulan, pasti bisa.
“Jadi, tiga Parpol itu ditambah parpol lain yang di ada DPR, tidak perlu takut menghadapi Jokowi. Jika proses pemakzulan telah berjalan, maka Jokowi tinggal menghitung hari,” jelas Muslim.
Sumber: pojoksatu
Foto: Pengamat Politik Muslim Arbi (ist)
Pengamat Ini Beberkan Jokowi Sedang Bermusuhan dengan PDIP Nasdem dan Demokrat
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar