Breaking News

Pidato Politik AHY Bukti Oligarki Cikeas Ingin Berkuasa, Pertumbuhan Ekonomi Pasca Covid-19 dan Pembangunan Infrastruktur Jokowi Lebih Dipercaya Masyarakat


Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato politik mengenai posisi partai tersebut terhadap sejumlah isu.

Mulai dari utang pemerintah yang terus melonjak hingga mengkritik program pemerintah terkait food estate, di lapangan Tenis Indoor, Senayan, Jakarta, Selasa (14/3).

Hal ini mempertegas posisi dan sikap politik dalam memberikan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai kandidat presiden, mengambil celah simpatik pendukung oposisi pemerintah untuk mendapatkan peluang menjadi kandidat wakil presiden.

Namun, sikap politik Partai Demokrat tersebut menurut saya justru menjadi antitesis massa pendukung Nasdem dalam koalisi pemerintahan Jokowi, dimana pada Februari juga Surya Paloh mengadakan pertemuan dengan Golkar, menegaskan masih sejalan dengan pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Keberadaan Partai NasDem sampai saat ini masih bagian yang tidak terlepaskan dari maju mundurnya jalan administrasi pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan Maruf Amin," kata Surya seusai pertemuan dengan Golkar, Rabu, 1 Februari 2023.

Pernyataan Surya sepertinya menegaskan elektabilitas Partai NasDem merosot setelah mendukung Anies Baswedan.

Karena isu-isu yang tidak sejalan dengan loyalis dan sukarelawan Anies Baswedan.

Sementara itu, AHY malah mengkritik program pemerintah untuk menaikkan elektabilitas partainya.

Jadi, bukan untuk menaikkan elektabilitas Anies Baswedan, bahkan tidak sejalan dengan konsensus NasDem yang secara administratif mendukung program Pemerintah Jokowi

"Pidato politik AHY bukti oligarki Cikeas Ingin Berkuasa, pertumbuhan Ekonomi pasca Covid-19 dan pembangunan Infrastruktur Jokowi lebih dipercaya Masyarakat"

Sikap NasDem mencalonkan Anies Baswedan berkoalisi dengan Partai Demokrat dan PKS sepertinya tidak bisa serta merta menguntungkan elektabilitas Partai Demokrat.

Sosok Anies Basewadan menjadi gamang dalam menentukan sikap politik, apakah membuat frame keberhasilan Pemerintahan Jokowi untuk dijadikan kampanye dan sikap politik NasDem, atau mengikuti sikap politik Demokrat yang mengkrtik program-program pemerintah.

Kalau pasangan Anies dan AHY diusung oleh NasDem, Demokrat dan PKS, seharusnya didahului oleh pandangan politik Anies Baswedan yang juga menjadi pandangan Surya Paloh. Yakni, mendukung seluruh program-program Pemerintahan Jokowi untuk disampaikan kepada masyarakat.

Dengan demikian terjadi chemistry Anies dan AHY yang sejalan keberlanjutan restorasi Nawacita.

NasDem dalam hal ini tentu masih punya pilihan lain, yakni bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Koalisi ini terdiri atas Partai Golkar, Partai Amanat Nasional dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

KIB memiliki kesamaan visi dan misi koalisi pemerintahan bersama Gerindra, PKB dan PDIP, jika nantinya bermuara terjadi dua putaran kandidat capres dan cawapres di Pemilu 2024.

Nazar EL Mahfudzi
Direktur Pusat Studi Islam dan Demokrasi (PSID) 

Disclaimer: Rubrik Kolom adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan oposisicerdas.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi oposisicerdas.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.
Pidato Politik AHY Bukti Oligarki Cikeas Ingin Berkuasa, Pertumbuhan Ekonomi Pasca Covid-19 dan Pembangunan Infrastruktur Jokowi Lebih Dipercaya Masyarakat Pidato Politik AHY Bukti Oligarki Cikeas Ingin Berkuasa, Pertumbuhan Ekonomi Pasca Covid-19 dan Pembangunan Infrastruktur Jokowi Lebih Dipercaya Masyarakat Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar