Breaking News

Soal Istilah, Habib Rizieq Minta Pelacur Jangan Dikasih Julukan yang Bagus


Dalam ceramahnya yang disiarkan di saluran YouTube, Habib Rizieq Shihab membahas mengenai masalah pemberian istilah yang menurutnya selama ini nada kalimatnya tidak akan membuat seseorang sadar akan perbuatannya.

Melalui saluran YouTube Islamic Brotherhood TV, Habib Rizieq mengatakan dalam perang istilah, terdapat kemungkinan jika seseorang memberikan julukan yang bagus kepada sesuatu yang sebenarnya jahat, maka akan berdampak negatif.

Dampak negatifnya yang dimaksud yaitu sosok yang melakukan perbuatan jahat itu tidak akan malu atau merasa bersalah atas apa yang dilakukannya.

Sebagai contoh, Habib Rizieq menyarankan agar masyarakat tidak memberikan julukan yang bagus bagi seseorang yang bekerja sebagai pelacur.

Sebab dengan memberi julukan yang bagus atas pekerjaannya, pelacur itu tidak akan pernah sadar jika apa yang diperbuatnya itu salah.

“Begitu juga soal pelacur. Iya, kewajiban kita ulama berdakwah agar mereka sadar, kita menyampaikan nasihat yang santun dan lembut agar mereka tertarik meninggalkan pekerjaan busuknya. Tapi ada momen tertentu yang tetap mereka itu harus diberikan julukan jangan yang bagus. Kalau dikasih ‘Kupu-kupu Malam’, ‘Bidadari Kegelapan’, ‘Pekerja Seks Komersial (PSK)’ nanti nggak kapok, nanti mereka anggap itu pekerjaan mulia,” ujar Habib Rizieq, Minggu 20 November 2022.

“Maksud saya jangan lagi ulama, ustadz dan habib, capek kita. Jangan lagi saya ini yang teriak tuh ‘Lonte’, ‘Hostess’, ‘Pelacur’. Saya enggak ingin anda ikut teriak begitu. Cuma saya inginkan istilah ini jangan hilang di tengah-tengah kita,” lanjutnya.

Seperti istilah pelacur, Habib Rizieq menilai supaya para koruptor tidak mengulang perbuatannya, maka sebaiknya istilah koruptor diganti ke kalimat yang bernada jauh lebih kejam.

“Ini namanya perang terminologi, saya minta kepada anda untuk jangan memberikan istilah-istilah yang bagus buat kejahatan. Jadi kalau ada koruptor, kadang istilah ‘Koruptor’ enggak bikin orang jera saat ditangkap, sudah pakai baju oranye justru senyum, enggak ada beban difoto sebagai koruptor,” katanya.

“Kata koruptor nggak bikin mereka jera, cari kalimat yang bikin mereka jera umpamanya ‘Rampok Uang Rakyat’, ‘Rampok Negara’, ‘Begal Ekonomi’. Nah itu kalau dikasih istilah yang begitu nanti orang jera, orang malu,” sambungnya.

Selanjutnya, tanpa menyebutkan nama, Habib Rizieq berujar terdapat sosok yang selama ini selalu berbohong sehingga semestinya diberi gelar ‘Raja Bohong’.

“Jangan kaget kalau ada orang kerjaannya bangun tidur ngebohong, pagi nge-bohong, siang nge-bohong sore nge-bohong, setiap hari nge-bohong. Udah gitu jabatannya tinggi tetapi bohong melulu. Nggak apa-apa kasih gelar ‘Si Raja Bohong’. Nggak apa-apa saudara. Dalam agama boleh, kenapa? Karena dinasehati sudah nggak bisa, tetap bohong terus-menerus,” ucapnya.

“Kasih nama saudara ‘Si Raja Bohong’, ‘Si Tukang Bohong, ‘Biang Kebohongan’. Jangan orang bohong berkali-kali malah dikasih gelar seperti Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar Bin Khattab, Usman Bin Affan, Ali Bin Abu Thalib. Eh belakangan dari luar negeri yang nggak tahu apa-apa kasih julukan Hasan bin Ali yang mendamaikan dunia, innalillahi wa inna ilaihi rojiun,” pungkasnya.

Sumber: terkini
Foto: Tangkapan Layar Habib Rizieq Shihab Pada Saat Berceramah Tentang Pemberian Istilah (youtube.com/IslamicBrotherhoodTV)
Soal Istilah, Habib Rizieq Minta Pelacur Jangan Dikasih Julukan yang Bagus Soal Istilah, Habib Rizieq Minta Pelacur Jangan Dikasih Julukan yang Bagus Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar