Korban Selamat Kerusuhan Persabaya Vs Arema Bersaksi Ada Batako Hingga Besi Melayang di Stadion
Viral saksi mata kerusuhan Kanjuruhan yang selamat menceritakan detik-detik
kerusuhan di pertandingan Persebaya Vs Arema yang menewaskan 127 suporter
itu. Batako, bambu, dan besi bertebaran di tengah kerusuhan.
Cerita selamat dari kerusuhan Kanjuruhan dalam laga pertandinga Persebaya Vs
Arema diceritakan akun @RezqiWahyu_05 pada Minggu (2/10/2022).
Dalam unggahannya, Rezki Wahyu mengatakan bahwa di awal pertandingan semua
berjalan normal pada Sabtu (1/10/2022) pukul 20.00 WIB.
Namun, di awal pertandingan baik suporter Arema dan Persebaya saling
melemparkan ejekan di awal pertandingan.
"Kick off dimulai dan pertandingan berjalan aman, tanpa kericuhan
sedikitpun.. Yang ada hanya supporter Arema saling melontarkan psywar ke
arah pemain persebaya," tulis unggahan tersebut.
Saat istirahat, terjadi sedikit keributan di tribun 12 dan 13 namun hal itu
masih bisa dikendalikan oleh aparat keamanan.
Di babak kedua, Tim Persebaya berhasil cetak gol. Tim Arema pun terus
menggempur lawan namun gawang Persebaya tidak juga berhasil dibobol.
Di situlah para penonton Arema semakin gemas melihat pertandingan sengit
tersebut.
Hingga di menit terakhir pluit dibunyikan yang menandakan permainan
berakhir. Di titik inilah penonton Arema kecewa dan tertunduk lesu.
"Hingga peluit ahir dibunyikan arema tidak bisa menambah golnya, dan harus
menerima kekalahan. Di sinilah awal mula tragedi dimulai... Setelah peluit
dibunyikan, para pemain Arema tertunduk lesu dan kecewa," jelas fans Arema
sedari tahun 2007 itu.
Kemudian Pelatih Arema dan Manager tim mendekati tribun timur dan
menunjukkan gestur minta maaf ke supporter.
Di sisi lain, ada satu orang supporter yang dari arah tribun selatan nekat
masuk dan mendekati Sergio Silva dan Maringa.
Suporter itu terlihat sedang memberikan motivasi dan kritik kepada mereka.
Melihat hal tersebut kemudian ada lagi beberapa oknum penonton yang ikut
masuk untuk meluapkan kekecewaannya kepada pemain Arema. Terlihat John
Alfarizie mencoba memberi pengertian kepada oknum-oknum tersebut.
Namun, semakin banyak fans Arema berdatangan, semakin ricuh kondisi stadion.
Karena dari berbagai sisi stadion juga ikut masuk untuk meluapkan
kekecewaannya ke pemain.
Aksi penonton yang menerobos ke dalam stadion itu diikuti dengan
lempar-lempar berbagai macam benda ke arah lapangan dan para suppoter yang
semakin tidak terkendali.
Akhirnya pemain digiring masuk kedalam ruang ganti dengan kawalan pihak
berwajib.
Setelah pemain masuk, penonton semakin tidak terkendali dan semakin banyak
yang masuk ke dalam lapangan.
Pihak aparat pun memukul mundur para suporter yang meringsek masuk ke tengah
lapangan. Pengusiran aparat ke suporter yang meringsek masuk ke tengah
lapangan itu menggunakan tameng dan pentungan.
Bahkan disebut ada satu suporter yang dikeroyok oleh aparat.
Melihat hal itu, suporter Arema lainnya yang masih berada di tribun
terpancing emosinya. Mereka ikut masuk meringsek masuk ke tengah lapangan
dan menyerang aparat.
Kerusuhan semakin menjadi saat aparat menembakan gas air mata. Penembakan
gas air mata juga disebut dilakukan ke arah tribun penonton.
Mendapatkan gas air mata, penonton yang ada di tribun panik dan berlarian
mencari pintu keluar.
Naas pintu keluar sudah penuh sesak lantaran penuh dengan soporter yang
berebut untuk keluar stadion.
Di sinilah titik tragedi kematian 127 suporter. Banyak suporter perempuan
dan anak-anak yang lemas kehabisan nafas lantaran berebut keluar dari
stadion.
Sebagian penonton yang berada di dalam stadion bahkan pingsan karena gas air
mata.
"Di dalam stadion mereka sesak karena gas air mata yang sudah ditembakkan ke
berbagai arah Sedangkan untuk keluar stadionpun enggak bisa karena macet
penuh sesak di pintu keluar. Di luar stadion banyak yang terkapar dan
pingsan karena efek terjebak di dalam stadion yang penuh gas air mata,"
jelas penonton tersebut.
Sampai pukul 22.30 masih banyak insiden pelemparan batu ke arah mobil aparat
dan pengeroyokan suporter terhadap aparat yang dianggap mengurung mereka di
dalam stadion dengan puluhan gas air mata.
Kondisi di dalam Stadion Kanjuruhan pun semakin mencekam. Banyak suporter
lemas bergelimpangan dan berlumuran darah.
Bahkan batu batako, besi, dan bambu berterbangan di tengah kondisi chaos
tersebut.
"Kondisi luar stadion kanjuruhan sudah sangat mencekam.. Banyak supporter
yang lemas bergelimpangan, teriakan dan tangisan wanita.. supporter yang
berlumuran darah, mobil hancur, kata" makian dan amarah... Batu batako, besi
dan bambu berterbangan," jelas unggahan tersebut.
Baru tujuh jam kesaksian itu dibuat di twitter langsung viral disukai 80
ribu lebih netizen.
Kondisi luar stadion kanjuruhan sudah sangat mencekam.. Banyak supporter yang lemas bergelimpangan, teriakan dan tangisan wanita.. supporter yang berlumuran darah, mobil hancur, kata" makian dan amarah... Batu batako, besi dan bambu berterbangan
— LIBRA_12 (@RezqiWahyu_05) October 1, 2022
Sumber:
tribunnews
Foto: Sekelompok orang membawa seorang pria di Stadion Kanjuruhan di Malang,
Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam. Rusuh terjadi setelah laga Arema FC Vs
Persebaya Surabaya dengan skor 2-3/Foto oleh AFP/adelaide.com
Korban Selamat Kerusuhan Persabaya Vs Arema Bersaksi Ada Batako Hingga Besi Melayang di Stadion
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating:
