Luhut dan PKB Sebut Presiden RI Harus Suku Jawa, Said Didu: Orang Luar Jawa hanya Penumpang Gelap di NKRI?
Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB Jazilul Fawaid mengamini pernyataan Luhut
Binsar Pandjaitan yang menyebut jika calon Presiden RI hanya dari suku dan
etnis Jawa.
"Jika kita melihat pada Pemilu Presiden maka kata kunci untuk menjadi
pemenang atau menjadi presiden adalah Islam dan Jawa, kata kuncinya itu,"
dalam diskusi ICMI Talk, Kamis (29/9/2022).
Pasalnya, menurut Jazilul, mayoritas penduduk Indonesia saat ini merupakan
penganut agama Islam dan merupakan keturunan Suku Jawa.
Menanggapi itu, Kritikus dan pegiat media sosial, Muhammad Said Didu
memberikan komentar yang menohok.
Ia menyebut jika warga di luar Jawa hanya sebagai penumpang gelap di
Indonesia.
"Orang luar Jawa hanya penumpang gelap di NKRI?" ucapnya.
Orang luar Jawa hanya penumpang gelap di NKRI ? https://t.co/rpzg5acijK
— Muhammad Said Didu (@msaid_didu) September 30, 2022
Sebelumnya, pernyataan Luhut terkait presiden hanya bisa dari Suku Jawa
merupakan responnya saat diberi pertanyaan oleh Rocky Gerung soal siapa yang
akan melanjutkan estafet kepresidenan setelah Presiden Jokowi selesai
jabatannya.
Dalam kesempatan tersebut, Luhut mengaku bahwa dirinya tak sanggup untuk
mencalonkan sebagai presiden. Salah satu penyebabnya, Luhut bukan berasal
dari suku Jawa. Baginya, ia harus tahu diri tentang latar belakang etnisnya
dan akhirnya mengurungkan niat untuk mencalonkan diri sebagai presiden.
"Harus tahu diri juga lah. Kalau kau enggak orang Jawa (lalu ikut) pemilihan
langsung hari ini, udah lupain deh," ujar Luhut di Channel YouTube RGTV,
Rabu (21/9/2022).
Sumber:
fajar
Foto: Kritikus dan pegiat media sosial, Muhammad Said Didu/Net
Luhut dan PKB Sebut Presiden RI Harus Suku Jawa, Said Didu: Orang Luar Jawa hanya Penumpang Gelap di NKRI?
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar