Breaking News

Singgung Pembelokan Sejarah dalam Keppres Jokowi, Fahri Hamzah: akan Direvisi Berkali-kali


Tidak tercatatnya Nama Jenderal Besar TNI (Purn.) Soeharto dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara menuai kontroversi.

Diketahui Keppres tersebut pada intinya untuk memperingati Serangan 1 Maret sebagai hari penegakan kedaulatan negara.

Salah satu sorotan datang dari Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah. Dia seolah menyinggung adanya pembelokan sejarah dalam Keppres ini.

Melalui akun twitternya ia menyebut, sejarah bisa saja direvisi berkali-kali sesuai keinginan para penguasa.

“Jika sejarah tidak lagi ditulis oleh sejarawan tetapi ditulis dengan tinta penguasa maka kita akan menyaksikan sejarah yang akan direvisi berkali-kali…. 🤣,” tulis Fahri, Jumat, (4/3/2022).

Ciutannya itu untuk merespons unggahan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Fadli Zon yang meminta Jokowi segera melakukan revisi.

“Sy sdh baca Keppres No 2/2022 ttg Hari Penegakan Kedaulatan Negara, sebaiknya segera direvisi. Data sejarah byk salah. Selain menghilangkan peran Letkol Soeharto sbg Komandan lapangan, juga hilangkan peran Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). Fatal. @jokowi @mohmahfudmd,” ungkap Fadli. 

Sumber: fajar
Foto: Fahri Hamzah/Net
Singgung Pembelokan Sejarah dalam Keppres Jokowi, Fahri Hamzah: akan Direvisi Berkali-kali Singgung Pembelokan Sejarah dalam Keppres Jokowi, Fahri Hamzah: akan Direvisi Berkali-kali Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar