Rara Pawang Hujan Jawab BMKG: Kalau Mau Buka-bukaan Data
Pawang hujan Rara Isti Wulandari akhirnya angkat bicara terkait pernyataan BMKG terkait hujan pada saat MotoGP Mandali akhir pekan lalu.
Awalnya, Rara mengungkap bahwa saat bekerja mengusir atau mendatangkan hujan, dirinya juga mengikuti perkembangan prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG.
Dalam ramalan cuaca BMKG itu disebutkan bahwa akan turun hujan pada saat race MotoGP Mandalika.
Itu disampaikan Rara dalam video podcast Deddy Corbuzier yang tayang pada Kamis (24/3/2022).
“Saya lihat HP dulu. Hari ini BMKG ngeramalin bakalan hujan banget. Terus arah hujannya itu ada di daerah barat dan timur,” ujarnya.
Deddy Corbuzier lantas menimpali Rara dengan menyinggung pernyataan BMKG.
BMKG menyatakan bahwa hujan di Sirkuit Mandalika itu berhenti bukan karena Rara, tapi karena memang sudah saatnya berhenti.
Rara pun mengaku bersyukur bahwa hujan pada akhirnya memang benar-benar berhenti.
“Kalau jawaban Rara adalah itu berkah dari doa,” jawab Rara.
Rara juga mengungkap bahwa dirinya terus mengikuti perkembangan ramalan cuaca BMKG.
“Karena kalau mau dibuka datanya kembali, main-main data, saya ada perkiraan BMKG per jam,” ungkap Rara.
Perempuan berdarah Jawa yang tinggal di Bali ini menerangkan bahwa dirinya saat di Mandalika, tidak bekerja sendirian.
BACA: Rara Pawang Hujan Jawab Ucapan Anak Zainuddin MZ, Singkat Padat dan Jelas
Dalam bekerja, ada dua grup yang terus membantunya.
“Saya punya asisten dua. (Prakiraan cuaca) Itu saya screen shoot, per jamnya BMKG itu kirim,” kata dia.
Sebelumnya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menyatakan, pihaknya sudah memberikan informasi mengenai prakiraan cuaca di Mandalika dalam kurun tiga hari.
“Dari awal pawang itu sudah bekerja, tapi kan (hujan) gak berhenti juga. Artinya itu,” katanya.
“Jadi, sebenarnya kemarin waktu berhentinya itu bukan karena pawang hujan. Tapi karena durasi waktunya (hujan) sudah selesai,” sambung Guswanto.
Sebab, kata Guswanto, jika dilihat prakiraan lengkap di tanggal tersebut, hujan memang diperkirakan selesai di jam tersebut.
“Kira-kira jam 16.15 itu sudah selesai, tinggal rintik-rintik itu bisa dilakukan balapan,” terangnya.
Guswanto menyatakan, pawang hujan bagian dari kearifan lokal dan tidak bisa dicampuradukkan dengan sains.
Secara saintifik, berhentinya hujan karena pawang hujan, jelas sulit untuk dijelaskan.
“Pawang hujan itu adalah kearifan lokal yang mereka miliki, dan itu tidak bisa dicampuradukan dengan antara sains dan kearifan lokal,” tandas Guswanto.
Sumber: pojoksatu
Foto: Rara Isti Wulandari pawang hujan dalam video podcast Deddy Corbuzier.
Rara Pawang Hujan Jawab BMKG: Kalau Mau Buka-bukaan Data
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar