Mahasiswa Cipayung Plus Dalam Pusaran Patron Politik Istana
Mahasiswa yang tegabung dalam Cipayung Plus mengimajinasikan posisinya sebagai inferior, tersubordinasi oleh kedigdayaan patron Politik Istana.
Presiden Joko Widodo menyampaikan penjelasan terkait IKN dan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok yang menjadi arus besar utama permasalahan masyarakat, untuk tidak dipermasalahkan dan mahasiswa diberikan kesempatan memberikan sumbangsih pemikiran.
Bergabungnya kelompok Politik mahasiswa Cipayung Plus diharapkan memobilisasi beberapa organ-oragan mahasiswa untuk mendukung kebijakan oligarki pemerintah.
Pola gerakan oligarki dalam strategi politik hubungan kekuasaan yang dibangun oleh penguasa dan lingkungan masyarakat, lebih menekankan kooptasi organisasi-organisasi mahasiswa dalam bingkai birokrasi pemerintahan, pusat loyalitas ada pada impersonal order. Namun, dalam klientisme, loyalitas ada pada pribadi penguasa kekuasaan Presiden tetap menjadi prioritas utama "Patrimonialisme"
Hal ini sekaligus menjadi anomali bagi karakter politik gerakan mahasiswa yang terlembaga menjadi Cipayung Plus, selama ini dikenal cekatan, lugas, dan tegas dalam mengambil tindakan dan merespon isu-isu masyarakat menjadi tidak otonom lagi, tersandera tarikan kepentingan yang dikendalikan oleh figur patron politik Istana.
Hilangnya gerakan mahasiswa pembaharu _"Student Movement"_ pasca reformasi 98, tercermin dari baju-baju kebesaran almamater kampus dan organisasi yang enggan melebur menjadi satu dalam gerakan perubahan rakyat.
Gerakan Cipayung Plus dalam Pusaran Patron Politik Istana "Mati Gaya"
Dalam kasus ini, mahasiswa justru terkesan sedang tak mewakili organisasi dan mahasiwa dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, mereka menikmari dirinya sendiri seakan menjadi perwakilan mengatasnamakan kepentingan rakyat, padahal, telah mengetahui terlalu banyak ruang kepentingan oligarki mengambil alih kedaulatan rakyat, tidak lagi memiliki tata pemerintahan yang baik, bersih, dan transparan-akuntabel (Crouch, 1978; Mackie & MacIntyre, 1994).
Akibatnya, pola relasi patron-klien Istana berjalan menyasar melalui mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus untuk meneruskan agenda politik oligarki 2024
Oleh: Nazar EL Mahfudzi
Pengamat Politik Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Foto: Kelompok Cipayung Plus di undang ke Istana Negara/Net
Disclaimer : Rubrik Kolom adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan oposisicerdas.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi oposisicerdas.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.
Mahasiswa Cipayung Plus Dalam Pusaran Patron Politik Istana
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar