Peran Indonesia dalam Diplomasi Nuklir Chernobyl, Sasaran Utama Perang Rusia Vs Ukraina
Perang Rusia Vs Ukraina mempunyai dampak nuklir dan perdamaian dunia. Energi yang dilepaskan oleh ledakan pembangkit nuklir di Chernobyl bisa mencapai 10 kali lebih kuat dari bom Hiroshima.
Dampak yang ditimbulkan diperkirakan melumpuhkan 75 persen wilayah Eropa efek ledakan reaktor nuklir chernobyl.
Reaktor nuklir digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga surya oleh dua perusahaan energi di Eropa.Chernobyl investasi hasil kerja sama antara perusahaan energi Jerman Enerparc AG dan perusahaan teknik Ukraina Rodina Energy Group Ltd.Ada 3.800 panel surya aktif Chernobyl yang mampu memproduksi energi listrik untuk 2 ribu apartemen dan rumah di Ukraina.
Pada tanggal 26 April 1986 reaktor nomor empat meledak dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir. Uap dan api akibat ledakan ini melepaskan lima persen inti radioaktif reaktor ke atmosfer melumpuhkan hampir sebagian Eropa.
Jutaan orang terpaksa mengungsi dari tempat tinggalnya akibat terpapar radiasi ledakan Chernobyl.Bahkan, ada sekitar 50.000 orang yang terkena kanker akibat paparan radiasi ini dan sebagian dari mereka akhirnya meninggal.
Peran Indonesia dalam Diplomasi Chernobyl
Pertemuan dunia membahas kecelakaan nuklir Chernobyl, Uni Soviet 26 April 1986, diprakarsai oleh Indonesia, Artati Marzuki sebagai Ketua Dewan Gubernur Badan Kepala Atom Internasional -Internasional Atomic Energy Agency (IAEA) yang dijabatnya sejak tahun 1985.
Negara negara Eropa Barat nampak hawatir, seperti Italia mengeluarkan peraturan ketat mengenai penjulan makanan yang ditemukan dampak dari makanan terkontaminasi radio aktif tinggi. Amerika Utara yang secara tidak langsung terkena dampak radio aktif tersebut lebih memikirkan masa depan nuklirnya.
Tindakan konkret multilateral dalam resolusi pertemuan Internasional tersebut, peningkatan keselamatan nuklir dan penanggulangan musibahnya.
Tragedi Chernobyl menjadi catatan Jerman Barat dan negara-negara dunia, bahwa sasaran utama Chernobyl mempunyai dampak Politik dan Teknis bagi Eropa.
Indonesia mempunyai peran aktif perdamaian nuklir dunia, termaktub dalam memorial "Bunga Rampai Kenangan Dalam Dinas Luar Negeri" terbitan Kementrian Luar Negeri.( Sumber : Artati Marzuki, Dikutip Kemelu 1986)
Strategi Rusia Menguasai Geostrategis Chernobyl sebagai Diplomasi Perang
Secara politis, Rusia ingin menguasai reaktor nuklir Chernobyl untuk memberi pesan kepada NATO agar militernya tidak ikut campur urusan Ukraina. Penasihat kantor presiden Ukraina Mykhailo Podolyakv memberikan tanggapan serius Chernobyl setelah dikuasai oleh Rusia :
"Ini merupakan salah satu ancaman paling serius di Eropa saat ini," kata dia."
Diplomasi perang Rusia memiliki peran geostrategis untuk menguasai Chernobyl terletak sekitar 130 km (80 mil) di utara ibu kota Kiev, tidak dapat memberikan jalan masuk ke kota untuk pasukan penyerang. Jika ingin mengambil alih harus melintasi "Zona eksklusi" Chernobyl memiliki radius 32 km (19 mil)* di sekitar pabrik yang tidak boleh tersentuh oleh serangan udara maupun ledakan nuklir .
Oleh: Nazar EL Mahfudzi
Disclaimer : Rubrik Kolom adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan oposisicerdas.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi oposisicerdas.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.
Peran Indonesia dalam Diplomasi Nuklir Chernobyl, Sasaran Utama Perang Rusia Vs Ukraina
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating: