Viral Oknum TNI Bentrok dengan Petani, Tiga Anak Jadi Korban
Beredar di media sosial, video yang memperlihatkan sejumlah pria berseragam
loreng bersitegang dengan sejumlah orang, yang disebutkan adalah petani di
dalam area persawahan yang berlumpur.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @cetul222, terlihat salah satu pria
berseragam loreng ditahan oleh rekannya agar tidak turun ke area persawahan
itu dan memperkeruh suasana.
Lalu di dalam area persawahan itu, sedang berlangsung ketegangan antara pria
berseragam loreng yang lain dengan sejumlah orang yang disebutkan para
petani.
Bahkan dalam video, dua orang pria berseragam loreng terlihat sudah dalam
keadaan emosi. Beruntung ia dilerai oleh warga sekitar yang juga berada di
dalam area persawahan berlumpur itu.
Entah apa yang mereka katakan selama ketegangan itu berlangsung. Namun dalam
video, disebutkan bahwa oknum TNI memukul para petani.
“TNI memukuli warga,” kata pria dalam video yang dilihat Fajar.co.id.
Beberapa warga dan pria berseragam loreng yang lain tampak melerai mereka
yang tengah bersitegang.
Dikutip dari Pojoksatu.id (Fajar Grup), video itu merupakan kericuhan antara
puluhan warga dengan prajurit TNI AD.
Itu terjadi di lahan persawahan di Desa Seituan, Pantai Labu, Deliserdang,
Sumut. Diduga terkait konflik lahan seluas 65 hektare, Selasa (4/1/2022)
kemarin.
Saat itu pihak TNI AD kembali mengklaim kalau persawahan yang dikuasai oleh
masyarakat, adalah milik Pusat Koperasi Angkatan Darat (Puskopad) A Dam
I/BB.
Kepala Desa Seituan, Parningotan Marbun, menyebut pihak Puskopad sudah lama
meminta agar warga mengosongkan lahan pertanian seluas 65 hektare.
Disebut masyarakat tidak mau bergeser lantaran lahan sudah dikuasai dari
zaman kakek neneknya.
“Sesudah jadi bandara ini mereka ngaku-ngaku HGU nya ini. Dulu-dulu nggak
pernah diperdebatkan dijaman kakek saya. Semenjak ada bandara ininya seperti
ini,” ucap Parningotan Marbun.
Ia mengaku sangat menyayangkan kericuhan yang terjadi pada Selasa pagi.
Disebut dalam kejadian itu tiga anak-anak juga menjadi korban.
“Anak-anak masih SMP dan 13 tahun jadi korban. Karena masyarakat saya
dipijak ya saya juga nggak terima,” katanya.
“Ini kita mau ngadu ke Komnas Perlindungan Anak juga ini supaya tahu Bapak
Aris Merdeka Sirait. Ya saya nggak tahu kenapa bisa sampai gitunya kali, ya
mungkin emosi TNI nya,” kata Parningotan Marbun.
Ia mengaku tidak melihat langsung peristiwa kericuhan karena saat itu ia
sedang mengikuti rapat di Polresta Deliserdang. Saat itu dirinya langsung
mendapat telepon terus dari masyarakat.
Setelah dirinya datang, pihak Puskopad TNI AD pun sudah tidak ada lagi di
lokasi.
“Kalau sudah diginiin masyarakat saya, yang jelas perlu hukum bertindak
karena sudah melampaui pemerintah desa mereka bertindak,” jelasnya.
“Sudah dari dulunya dikuasi masyarakat tanah itu. Ada 160-an orang juga itu
masyarakat yang punya selama ini,” kata Parningotan.
Disebut masyarakat tidak bersedia meninggalkan lokasi karena 98 persen
adalah bekerja sebagai petani. Hanya dua persen saja masyarakatnya yang
bekerja sebagai nelayan.
Ia menyebut sebelum pihak TNI AD bertindak sudah seharusnya berkoordinasi
dulu dengan Pemerintah Desa.
“Apapun ceritanya harus kordinasi dulu baru bertindak. Saya Kepala desa
pernah memang diundang cuma saat itu mereka maunya harus mereka yang punya
tanah sementara masyarakat ini menyewa sama mereka,” jelasnya.
“Kapan mereka butuh bisa diambil. Minta Supaya dikosongkan masyarakat mana
mau,” katanya.
Sementara itu, Letkol Caj Drs Wendrizal Sekum Puskopkad “A” BB membeberkan
kronologi kejadian di Dusun Saor Matio, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten
Deliserdang, Selasa (4/1/2022).
Pihaknya ingin memasang plang pemberitahuan bahwa lahan tersebut adalah
milik Kodam I/ Bukit Barisan (BB) berdasarkan keputusan Mahkamah Agung.
Adapun pada saat itu terjadi kericuhan antara pihak TNI dengan masyarakat.
Dikabarkan TNI diduga pula sampai melukai anak kecil.
Letkol Wendrizal menjelaskan sekitar pukul 07.15 WIB ia memimpin personel
Puskopar dan Yonzopur I/DD untuk melaksanakan apel. (fajar)
Detik-detik Menegangkan Bentrok TNI vs Petani Desa Seituan
— Balvyah (@BalvyHaddad) January 5, 2022
Dalam kejadian itu tiga anak-anak juga menjadi korban karena dipijak oknum TNIhttps://t.co/cxSSrDPnad pic.twitter.com/pabZBjr6Vv
Foto: Potongan video bentrok antara oknum TNI dan petani di Desa Seituan,
Deliserdang, Sumut.
Viral Oknum TNI Bentrok dengan Petani, Tiga Anak Jadi Korban
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating: