Teddy Gusnaidi: KKB Papua Harus Dibumihanguskan Bukan Dirangkul, Ini Urusan Nyali
Pegiat media sosial, Teddy Gusnaidi angkat suara terkait kelompok separatis atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
Menurutnya, KKB Papua harus ditumpas dengan cara kekerasan juga. Seperti teror yang dilakukan selama ini kepada warga sipil dan aparat.
“Dalam sejarah di Indonesia dan dunia, kelompok radikal bersenjata, harus ditumpas dengan cara kekerasan juga,” kata Teddy dikutip Fajar.co.id di akun Twitter-nya, Senin (31/1/2022).
Teddy menyebut pendekatan persuasif atau lemah lembut hanya dilakukan oleh mereka yang takut berhadapan langsung dengan KKB Papua.
“Cara2 cinta kasih, hanya alasan para pengecut yang takut berhadapan dengan kelompok tersebut,” sebutnya.
Dia pun menyinggung soal nyali aparat militer dan petinggi negara yang menangani KKB di Papua.
“KKB Papua itu harus dibumihanguskan bukan dirangkul. Ini urusan nyali aja,” singgung mantan kader PKPI itu. (fajar)
Foto: Teddy Gusnaidi. Foto: Twitter/TeddyGusnaidi
Teddy Gusnaidi: KKB Papua Harus Dibumihanguskan Bukan Dirangkul, Ini Urusan Nyali
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Jangan enak saja ngomong, Teddy Kusnadi, di bumi Indonesia anda termasuk memusuhi kelompok kelompok akan tetapi di Papua anda ngomong seenaknya di bumi hanguskan, mereka saudara kita mereka menyalurkan aspirasinya lewat perlawanan dan bersenjata, kita harus berfikir dengan pengalaman di Aceh, setelah habis SDA di aceh baru dibangun komunikasi kesepahaman, harusnya papua kita harus evaluasi, karena wilayah itu wilayah yg terkaya hasil buminya, bagaimana pembangunan disana jangan kita klain selama 7 tahun ini sudah banyak perubahan kalau hanya jl.tol.bandara , dan pelabuhan itu sama sekali bukan untuk masyarakat papua akan tetapi untuk kelancaran bisnis , mengeruk Hasil bumi papua, yg bisa dikatakan sudah di bangun papua di seluruh desa dan kecamatan sudah ada sekolah SD sampai SMP dan SMA dan di berbagai kota ada Perguruan Tinggi begitu juga Kesehatan BKIA, Puskesmas dan Rumah Sakit, dan tenaga kerja mayoritas Asli Papua, dan di Pemerintahan Pusat mereka ada minimal 5 %.dan mengeluarkan TKA Cina Tiongkok dari bumi Papua, karena cina itu penduduknya lebih 1,5 milliyard, sehingga mereka hanya mengganggu kenyamanan kehidupan kita sendiri ditinjau dari Ketenagakerjaan.
BalasHapus