Anggota Komisi III ke Kepala BNPT: Kenapa Papua Tak Masuk Program BNPT, Bukan Aksi Teroris?
Anggota Komisi III DPR Rudy Mas’ud mengkritik program kerja Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) saat rapat kerja di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (25/1).
Di hadapan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar, Rudy mengatakan, ancaman keamanan kerap terjadi di Papua seperti di Timika. Namun, dalam program kerja BNPT tak memasukkan Papua dalam penanggulangan terorisme.
“Dari rencana sinergisitas 46 kementerian dan lembaga. Saya di sini tidak melihat Provinsi Papua. Padahal bapak ini mantan Kapolda Papua. Saya agak paham itu Papua. Apalagi Timika, Pak, tiap minggu kacau. Dan ini tidak masuk dalam rangkaian teroris ini?” kata Rudy dalam tayangan TV Parlemen.
Menurut Rudy, definisi teroris yakni setiap tindak berkaitan kekerasan yang ditujukan secara acak. Hal itu juga terjadi di Papua.
“Padahal teroris seyogyanya tindakan berkaitan dengan kekerasan untuk melakukan yang ditujukan secara acak, Pak. Tidak langsung kepada pelaku. Saya melihat ini terjadi di Papua,” ujar Rudy.
Rudy berharap kasus kekerasan di Papua masuk dalam fokus kerja BNPT untuk menjaga kedaulatan Indonesia dari ancaman kekerasan.
“Kalau kita melihat kemarin hampir terjadi kekerasan bukan hampir sudah terjadi. Kalau saya mengkategorikan ini teroris, Pak. Perlu kita menjaga kedaulatan NKRI,” pungkasnya. [kumparan]
Foto: Anggota Komisi III DPR RI Rudy Mas’ud/Net
Anggota Komisi III ke Kepala BNPT: Kenapa Papua Tak Masuk Program BNPT, Bukan Aksi Teroris?
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Tidak ada komentar