Acara di Banyumas Sempat Ricuh, Gus Nur Ngaku cuma Jualan Madu
Sugik Nur alias Gus Nur kembali menjadi perbincangan usai tersebar potongan video acar yang dihadirinya di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, ricuh.
Dalam video berdurasi dua menit 10 detik itu, terlihat sekelompok warga yang keberatan dengan acara Gus Nur datang lalu tejadi adu mulut.
Warga mengingatkan Gus Nur agar tidak menyebarkan kebencian sekaligus mempertanyakan izin acara tersebut.
“Oke, oke. Ini mumpung belum pulang. Ada nggak tadi saya ujaran kebencian, menghasut warga, atau membenci pemerintah?” tanya Gus Nur kepada para jamaah.
Tidak ada!” pekik jamaah diiringi takbir.
Dikurip dari suarajawatengah.id, salah satu kelompok yang mendatangi acara Gus Nur itu mengaku dari Patriot Garuda Nusantara.
Wakil Ketua Patriot Garuda Nusantara, Gangsar Mijil Saputro menjelaskan, pihaknya saat itu mendapat laporan ada acara Gus Nur dari warga sehabis salat Jumat.
“Kemarin sehabis salat Jumat ada warga yang melaporkan ke kita, di salah satu tempat di wilayah Desa Sokaraja Kulon, ada pengajian yang dihadiri dari luar wilayah dan tidak ada ijin dari RT/RW setempat,” kata dia.
Saat di lokasi, didapati ada sekitar 50an orang dalam acara itu yang sebagian besar bukan dari wilayah Kecamatan Sokaraja.
“Malahan disitu ada Nur Sugik dan kawan-kawan. Kita tunggu, jam 15.00 WIB saya masuk kesitu. Karena masih dalam pandemi, kita tanyakan baik-baik, kita izin masuk karena disitu banyak kerumunan jadi saya tanya masalah vaksin,” terangnya.
“Setelah ditanya ternyata ada. Setelah itu kita tanyakan apakah ada izin dari RT/RW dan kepolisian ternyata tidak ada.” bebernya.
“Saya sudah bertanya melalui wa ke perangkat desa ternyata tidak mengetahui perihal kegiatan ini,” lanjutnya.
Selain dikhawatirkan terjadi penyebaran Covid-19, mereka yang datang bersama rombongan GP Ansor berjumlah sekitar 15 orang ini, merasa resah jika Gus Nur menyebarkan ujaran kebencian di wilayah Kecamatan Sokaraja.
“Kita semua tahu sendiri lah disitu Nur Sugik, dia itu kalau pengajian kebanyakan nuwunsewu mengajarkan ujaran kebencian. Yang diresahkan masyarakat itu. Mbokan disitu mengajarkan ujaran kebencian,” ungkapnya.
Kepada kelompok Pagar Garuda Nusantara, Nur Sugik mengaku datang untuk berjualan madu.
Namun Gangsar tidak mempercayai hanya itu tujuannya.
“Heran lah. Wong, jual madu harus berpakaian seperti itu. Sampai ada pengawalnya seperti itu.”
“Kalau mau jualan ya yang fair saja, tidak usah diam-diaman seperti itu. Kalau bilang ke RT/RW malah bisa dibantu nanti kan,” tuturnya.
Setelah kejadian seperti potongan video yang tersebar, ia bersama kelompoknya menunggu hingga acara tersebut benar-benar bubar.
Karena pihaknya tidak ingin jika ada yang memancing keributan di wilayah Kecamatan Sokaraja.
Sementara itu, Kapolsek Sokaraja, AKP Sutrisno ketika dihubungi membenarkan adanya acara perkumpulan tersebut di salah satu rumah warga.
Namun AKP Sutrisno memastikan pihaknya tidak merasa dimintai izin mengenai acara ini.
“Betul ada acara ini, tapi tidak ada izin yang masuk ke kepolisian. Kita tidak tahu menau adanya perihal acara perkumpulan ini,” (pojoksatu)
Foto: Acara di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas yang dihadiri Gus Nur alias Sugik Nur ricuh
Acara di Banyumas Sempat Ricuh, Gus Nur Ngaku cuma Jualan Madu
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating: