Breaking News

Viral! Ketika Sesama Debt Collector Pinjol Bentrok Saling Tagih, Ngeri hingga Ancam Mengancam


Apa yang terbayang ketika mendengar debt collector pinjaman online alias pinjol?

Masyarakat sepertinya akan langsung berpikir jika debt collector pinjol itu sadis, sangar, main sikat, dan banyak lagi.

Nah lalu bagaimana jika debt collector pinjol bertemu sesama debt collector pinjol dan saling menagih. Lantas apa yang kamu pikirkan?

Berikut adalah video viral tentang adu domba sesama debt collector pinjol yang dikutip dari Akun Instagram @jegbali pada Sabtu, 2 Oktober 2021.

@jegbali

Dalam tayangan video viral tersebut, tampak handphone seseorang sengaja dibuat berderet.

Entah siapa yang membuat konten tersebut, yang pasti ada empat handphone berderat berdekatan.

Awalnya tampak seperti tak ada yang istimewa, akan tetapi ketika satu handphone digunakan menghubungi debt collector pinjol, barulah mulai terasa ramai.

Kemungkinan orang tersebut mulai menghubungi para debt collector pinjol yang ada di handphone berderet tersebut.

Saat mendengar suara dibalik HP tersebut, ternyata suara debt collector pinjol.

Kemudian, HP satu juga dihubungi yang ternyata seorang debt collector pinjol yang lain.

"Halo, Halo bu. Gimana ini untuk tagihannya bu? Hai, halo bu?," kata debt collector pinjol melalui sambungan telepon.

@priangan_update

"Hei kenapa di diamin saja? Tadi sama rekan saya ya? Ibu ngomongnya gede-gede banget," ucapnya masih tidak dijawab oleh pengutang.

"Halo," kata debt collector pinjol dari HP lainnya.

"Halo iya, Selamat siang Pak," ucap debt collector pinjol menjawab.

Entah siapa yang memulai, yang pasti kedua debt collector pinjol mulai saling serang dengan makian yang sangat sadis.

Mereka pun sesuai protapnya masing-masing, yakni saling mengancam.

"Iya siang, ini gimana tagihan Ibu Cindy Febriana?," kata debt collector pinjol pertama.

"Hah? Gimana Pak? Gimana?," ucap debt collector pinjol bertanya seperti kebingungan.

"Iya gimana tagihan Ibu Cindy Febriana ini Pak?," ucap debt collector pinjol tadi mengulang pertanyaan.

"Maksudnya gimana?," kata debt collector pinjol kedua bertanya lagi.

"Iya Ibu Cindy ini punya tagihan di aplikasi dengan keterlambatan 33 hari. Sampai sekarang beliau belum juga membayarkan tagihannya Pak," ujar debt collector pinjol pertama menjelaskan

"Mana Ibu Fitri nya?," kata debt collector pinjol bertanya.

"Kok bercanda sih," ucap debt collector pinjol pertama.

"Mana Ibu Fitri saya bilang, saya mencoba mendengarkan ini. Mana Ibu Fitri nya?," ujar debt collector pinjol pertama.

"Ya sudah Anda pelan-pelan ngomongnya. Saya dari tadi ngomong pelan dengan Anda. Anda diajakin ngomong pelan-pelan enggak bisa ya. Bisa enggak ngomong pelan-pelan?," ujar debt collector pinjol kedua yang ternyata mulai emosi.

"Bapak telepon mau ngapain? Mau tagih saya? Saya tukang tagih masalahnya. Bapak tagih saya gimana maksudnya," kata debt collector pinjol kedua menanyakan.

"Heh, saya tagih atas nama Cindy. Heh gue tanya, lu siapa? Lu Cindy bukan? Mana si Cindy nya? Cindy nya mana saya tanya? Cindy nya di mana?," ujar debt collector pinjol pertama menanyakan.

Setelah menemui jalan buntu, keduanya kemudia memelankan omongan, hingga akhirnya bertanya baik-baik.

"Nama Bapak siapa?," kata debt collector pinjol pertama.

"Saya Daniel dari aplikasi (berbeda) mau tagih Bu Cindy punya tagihan di sini. Rekan saya telepon sama cewek, perasaan saya telepon tadi sama cewek. Kenapa yang angkat cowok ya?," kata debt collector pinjol kedua keheranan.***

Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Ilustrasi bentrok. Masyarakat sepertinya akan langsung berpikir jika debt collector pinjol itu sadis, sangar, main sikat, dan banyak lagi. Nah lalu bagaimana jika debt collector pinjol bertemu sesama debt collector pinjol dan saling menagih. Lantas apa yang kamu pikirkan? /Instagram @jegbali
Viral! Ketika Sesama Debt Collector Pinjol Bentrok Saling Tagih, Ngeri hingga Ancam Mengancam Viral! Ketika Sesama Debt Collector Pinjol Bentrok Saling Tagih, Ngeri hingga Ancam Mengancam Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar