Shaf Shalat Berjemaah Boleh Dirapatkan Kembali, Asal Pakai Masker
Sekretaris MUI Jawa Barat, KH Rafani Achyar, mempersilahkan agar masjid-masjid di Jawa Barat untuk merapatkan kembali shaf shalat.
Baru-baru ini, Ketua MUI Pusat, KH Muhammad Cholil Nafis menganjurkan masjid-masjid, untuk kembali merapatkan shaf tersebut.
"Itu kan sudah diumumkan oleh MUI Pusat, jadi kita ikuti saja. Hanya saja protokol kesehatan harus tetap dijalankan semisal memakai maskernya harus tetap," kata Rafani, saat diwawancarai pada Senin, 4 Oktober 2021.
Menurut Rafani beberapa masjid besar di Kota Bandung pun sudah merapatkan shaf seperti saran MUI Pusat.
Semisal Masjid Istiqomah yang ada di belakang Balai Kota Bandung.
"Masjid Al Mutaqqin yang ada di Pemprov Jabar pun sudah mulai merapatkan shaf saat saya kemarin jadi khatib di sana," ucapnya.
Prapatan shaf shalat ini, kata Rafani melanjutkan, memang sepatutnya dilakukan. Ini karena beberapa tempat umum sudah mulai dibuka secara normal, semisal mal atau tempat rekreasi.
"Masa mal buka tapi salat masih berjarak, rasanya tidak etis," katanya.
Meski demikian Masjid Raya Bandung masih tetap menjalankan protokol kesehatan seperti biasanya terutama jaga jarak.
Hal tersebut diungkapkan oleh Pengurus DKM Masjid Raya Bandung H. Endang Ma'soem saat diwawancarai secara terpisah.
"Kami masih menunggu surat keputusan dari Satgas Covid-19, kalau sudah ada bukti fisiknya kami baru akan menerapkan perapatan shaf," katanya.
Sementara itu beberapa warga di Kota Bandung pun menceritakan kisahnya di masjidnya masing-masing. Di antaranya Engkos (42) warga di Kelurahan Ciateul, Kecamatan Regol, Kota Bandung.
Menurut Engkos masjid yang ada di wilayahnya masih tetap melaksanakan protokol kesehatan seperti biasa.
Hanya saja jaraknya diperdekat bahkan hanya terpisah sekitar 5-10 cm saja dari masing-masing jemaah masjid di dekat rumahnya tersebut.
"Sejak PPKM ada kami memang sudah jaga jarak, tapi sempat juga saat Covid-19 sedang tinggi dan imam-imam masjid ada yang kena Covid-19, kami lebih lebar lagi jarak salatnya. Bahkan shaf kosongnya seharusnya bisa diisi 2-3 orang," katanya.
Namun saat para Imam sudah kembali sembuh lanjut Engkos, jarak kembali diperdekat.
"Tapi untuk rapat seperti dulu sebelum pandemi sih belum. Hanya memang berdekatan saja sih, jadi tiap sajadah hanya terpisah setengah jengkal," katanya.
Lain halnya yang dialami oleh Agung (33) warga di Jalan Rancabolang, Kota Bandung. Setelah ada pengumuman perapatan shaf shalat, maka posisi shafnya sudah dirapatkan lagi.
"Namun masyarakat yang salat tetap memakai masker. Tetapi ada juga yang sudah salat bersalaman, saya kira gak masalah juga, karena di sini kasus Covid sedikit," ucapnya.***
Source: Silahkan Klik Link Ini
Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Umat Muslim melaksanakan salat berjemaah dengan menjaga jarak di Masjid Al-Barkah, Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 30 September 2021. Shaf shalat boleh dirapatkan kembali. /Antara Foto/Suwandy
Shaf Shalat Berjemaah Boleh Dirapatkan Kembali, Asal Pakai Masker
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar