Breaking News

Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Disebut-Sebut Jadi 'Malaikat Maut', Said Didu Jelaskan Alasannya


Mantan sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu menilai proyek kereta cepat hanya akan memperburuk perekonomian Indonesia.

Tak hanya itu, Said Didu juga menjelaskan proyek pembangunan kereta cepat ini akan menjadi 'malaikat maut' bagi PT KAI (Kereta Api Indonesia).

"Proyek kereta cepat menjadi beban bagi PT KAI. Jika kereta api cepat sudah masuk dan berjalan, itu lah yang akan menjadi malaikat maut untuk PT KAI," kata Said Didu.

Pasalnya, proyek ini menambah beban utang Indonesia. Bahkan, hampir 60 persen catatan utang PT KAI bertambah.

"Hampir 60 persen penambahan utang yang dimiliki PT KAI karena penugasan yang sangat tidak layak," kata Said Didu dikutip dari YouTube MSD, Selasa 5 Oktober 2021.

Lantas, Said Didu menjelaskan tidak setuju dengan adanya proyek kereta cepat ini.

"Pertama yaitu kereta api cepat yang dipegang oleh Indonesia-China, kedua LRT dari Bekasi-Bogor yang tidak selesai sampai sekarang, dan yang ketiga kereta bandara di berbagai tempat. Itu semua menjadi beban bagi PT KAI," katanya menjelaskan.

Laporan mencatat bahwa proyek pembangunan kereta cepat menelan dana hingga Rp4,1 triliun.

Saat ini, PT KAI memiliki hutang sekira Rp16 triliun belum termasuk dengan biaya untuk proyek kereta cepat.***

Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Mantan sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu/Net
Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Disebut-Sebut Jadi 'Malaikat Maut', Said Didu Jelaskan Alasannya Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Disebut-Sebut Jadi 'Malaikat Maut', Said Didu Jelaskan Alasannya Reviewed by Oposisi Cerdas on Rating: 5

Tidak ada komentar