Polisi Era Jokowi Pelayan Kepentingan Rezim, Haris Azhar Singgung Pemidanaan Aktivis 212
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar mengkritik kinerja kepolisian pada era Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
Haris Azhar mengamati, polisi sekarang sangat jelas terlihat menjadi pelayan kepentingan rezim penguasa.
"Jadi memang penegakan hukumnya itu, (untuk kasus) yang punya dimensi politik, sangat diskriminatif," kata Haris Azhar dalam acara talk show yang ditayangkan kanal Youtube Refly Harun pada 23 Oktober 2021.
Haris Azhar memberikan contoh ketika kelompok oposisi membuat laporan kepada polisi, prosesnya tidak cepat.
"Tapi kalau misalnya itu laporan (yang dibuat) orang-orang yang bagian dari pemerintahan, maka itu akan lebih 'mulus'," ucap Haris Azhar.
Refly Harun kemudian bertanya apakah pernyataan itu dikeluarkan Haris Azhar berdasarkan data atau semata perasaan?
"Menurut saya banyak, ya, kasus kayak gitu. Pemidanaan terhadap orang-orang (aktivis gerakan) yang ada di 212. Atau di kelompok mahasiswa yang menolak ... 2019 (gerakan) Reformasi Dikorupsi atau yang baru-baru ini yang menolak Omnibus Law (UU Ciptaker)," ucap Haris Azhar.
Belakangan, kinerja kepolisian sedang banyak disorot publik akibat ulah segelintir oknum di institusi tersebut.
Contohnya adalah oknum polisi yang membanting mahasiswa saat berdemonstrasi di Tangerang.
Ada pula akun Humas Polda Kalteng yang memberi ancaman kepada seorang warganet di Instagram lantaran tersinggung dengan komentar yang dilontarkannya.***
Source: Silahkan Klik Link Ini
Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar/Net
Polisi Era Jokowi Pelayan Kepentingan Rezim, Haris Azhar Singgung Pemidanaan Aktivis 212
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Tidak ada komentar