Pendeta dan 41 Jemaah Gereja di Jamaika Diduga Gorok Leher Manusia untuk 'Pengorbanan'
Seorang pendeta asal Jamaika dan 41 jemaahnya ditangkap pada pekan lalu karena diduga melakukan praktik "pengorbanan manusia" yang menewaskan dua orang.
Pendeta bernama Kevin O. Smith dan jemaah gerejanya ditangkap lantaran menggorok leher pekerja kantor Tanecka Gardner berusia 39 tahun dan seorang pria tak dikenal.
Teman korban, yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa Gardner sempat membeli barang-barang mencurigakan.
"Baru-baru ini, dia (Tanecka Gardner) membeli dan menimbun minyak tanah serta monyak goreng," katanya sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat.com dari New York Post pada Minggu, 24 Oktober 2021.
"Korban mengatakan kepada saya bahwa pendeta memintanya untuk membeli beras merah karena sesuatu akan terjadi," sambungnya.
Pada hari pembunuhan, Pendeta Kevin memerintahkan umatnya untuk berpakaian putih, membungkus ponsel mereka dengan kerta timah, dan segera pergi ke gereja.
Pendeta tersebut menulis sebuah status di Facebook dengan mengatakan, "Bahtera sedang dibuat sekarang! Segera pergi dengan pakaian putih ... Ini adalah pengorbanan Katolik Roma - tidak ada yang selamat."
Dilaporkan, setelah Gardner terbunuh, seorang pria lain juga digorok lehernya dalam upaya untuk membersihkan tubuhnya dari darah "tidak murni".
Sedangkan tiga lainnya dirawat di rumah sakit karena mengalami luka serius akibat "upacara pengorbanan manusia" tersebut.
Sementara itu, di lokasi kejadian, polisi menemukan lebih banyak lagi calon korban, termasuk pria dan hewan yang sudah ditelanjangi.
Calon korban tersebut dilaporkan tampak sedang mengantre.
Polisi juga tengah menyelidiki dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak oleh Pendeta Kevin O. Smith.***
Source: Silahkan Klik Link Ini
Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: Pendeta asal Jamaika Kevin O. Smith ditangkap bersama dengan jemaahnya lantaran dugaan kasus "upacara pengorbanan manusia" di gereja. /YouTube/PPCNetwork
Pendeta dan 41 Jemaah Gereja di Jamaika Diduga Gorok Leher Manusia untuk 'Pengorbanan'
Reviewed by Admin Oposisi
on
Rating: