Kritik Pembangunan Tol, Said Didu: Kasihan yang Tak Menikmati Tapi Ikut Bayar Utang
Pembangunan jalan tol di sejumlah wilayah menuai kritikan karena menumpuknya utang yang dimiliki oleh PT Waskita.
Pemerintah saat ini membangun jalan tol di beberapa wilayah hingga ke Sumatera.
Di balik pembangunan jalan tol tersebut, ada utang yang harus dibayarkan PT Waskita untuk proyek tersebut.
Saat ini, PT Waskita memiliki utang sekira Rp 90 triliun dengan sejumlah proyek yang menjadi tanggung jawabnya.
"Waskita memliki utang senilai Rp 90 triliun. Sebanyak Rp 70 triliun ke pebankan dan Rp 20 triliun ke vendor atau kontraktor," kata mantan sekretaris BUMN, Said Didu dikutip Pikiran-Rakyat.com dari YouTube MSD.
Said Didu mengungkapkan asal utang tersebut dari pembangunan jalan tol.
"Ada yang menyatakan 'Hei kita sudah meniikmati jalan tol, nikmatilah utang itu'. Anda menikmati apa? Anda 'kan membayar," ujar Said Didu.
Menurut Said Didu, jika utang tersebut dibayar oleh seluruh rakyat Indonesia menjadi hal yang tidak adil.
Pasalnya tidak semua masyarakat bisa menikmati jalan tol yang dibangun oleh pemerintah.
"Saya kasihan dengan orang di kampung saya yang tidak bisa menikmati jalan tol tetapi menanggung atau membayar utang tersebut. Bayangkan teman-teman di Papua, Aceh, dan Kalimantan yang tidak ada jalan tol," ucap Said.
Menurut penilaian Said Didu, utang yang berasal dari jalan tol merupakan biang kerok naiknya sejumlah pajak.
"Karena jalan tol dibangun dan dibangga-banggakan, itu menjadi beban masyarakat. Itulah penyebab pajak naik, PPN naik, dan semua harga naik," tuturnya.***
Source: Silahkan Klik Link Ini
Diterbikan: oposisicerdas.com
Foto: mantan sekretaris BUMN, Said Didu/Net
Kritik Pembangunan Tol, Said Didu: Kasihan yang Tak Menikmati Tapi Ikut Bayar Utang
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:
Reviewed by Oposisi Cerdas
on
Rating:

Tidak ada komentar